Gagasan mereka juga didukung oleh 'beberapa ribu' karyawan Google yang lebih suka menggunakan Zoom daripada perangkat lunak konferensi video milik Google sendiri.
Melansir Business Insider, Rabu (6/5), beredar rumor menyebutkan bahwa diskusi untuk mengakuisisi Zoom tidak pernah dilakukan secara serius oleh Google. Laporan mengabarkan banyak perhitungan termasuk harga dan menghitung biaya mengoperasikan Zoom di server Google.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil kegagalan akuisisi pun telah membuat Google dan Zoom menjadi pesaing. Bahkan, Google baru-baru ini melarang penggunaan aplikasi Zoom pada komputer karyawan.
CEO Sundar Pichai mengatakan, pengguna Meet meningkat menjadi sekitar 3 juta pengguna per hari, yang naik dari 2 juta per hari pada bulan Maret 2020.
Melansir Hindustan Times, Zoom adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang dievaluasi insinyur Google. Sehingga, para insinyur Google mengevaluasi berapa harga yang 'pantas' untuk dibayar dan menghitung unit ekonomi untuk layanan tersebut.
Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah secara serius mengevaluasi usulan untuk mengakuisisi Zoom dan tidak pernah ada seruan bagi karyawan untuk menggunakan aplikasi Zoom.
Lihat juga:Nasib Huawei P40 Pro Selepas Google Pergi |
Microsoft sendiri diketahui memiliki aplikasi komuniaksi bernama Teams yang kini memiliki lebih dari 75 juta pengguna aktif harian. Pengguna Teams itu diketahui meningkat dalam dua bulan terakhir di tengah pandemi Covid-19. (jps/mik)