Sebab, benda langit ini memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari ukuran kecil sampai yang sangat besar. Menurut Abdul, ada Asteroid yang memiliki ukuran sampai 132 x 100 x 76 kilometer.
Selain itu, Asteroid merupakan benda langit yang padat seperti batu dengan bentuk yang tidak beraturan. Lalu ia menyinggung fenomena alam seperti melintasnya meteor ke Bumi itu berasal dari pecahan Asteroid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya berdasarkan data Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, ada sejumlah Asteroid dengan diameter lebih dari 400 meter yang melintas dekat Bumi sepanjang 2020.
Kendati demikian, NASA mengakui belum ada Asteroid yang mengancam Bumi.
Sebelumnya, publik diramaikan fenomena dukhan atau tanda-tanda kiamat yang berkaitan dengan jatuhnya asteroid di Bumi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriah yang bertepatan pada hari Jumat, 8 Mei 2020.
Fenomena dukhan adalah kabut atau asap diramalkan akan terjadi pada 15 Ramadhan 1441 Hijriah, yang bertepatan jatuh pada hari ini, Jumat, 8 Mei 2020.
Salah satu ramalan menyebutkan bahwa kabut itu terjadi akibat tabrakan meteor atau asteroid dengan bumi. Ramalan soal Dukhan sebagai satu dari 10 tanda-tanda kiamat besar itu dikaitkan dengan Ayat Alqur'an surah Ad-Dukhan ayat 10-11 dan hadis riwayat Muslim dari Hudzaifah bin Usaid.
Informasi akan datang Dukhan atau kiamat pada pertengan Ramadan, tepatnya 15 Ramadan pada malam Jumat kemudian disebut ada dalam hadis yang diriwayatkan Abdillah Al-Hakim dalam Kitab Al-Fitan Imam Nu'aym bin Hammad.
Dalam buku tersebut dijelaskan akan ada pekik suara kencang hingga orang yang tidur terbangun karena kaget pada malam Jumat 15 Ramadan.
Tafsir itu kemudian dikaitkan dengan munculnya kabut yang menimbulkan pekikan keras hingga muncul kabut. Namun banyak ulama yang menyebut bawa tingkat hadis tersebut adalah palsu.
(din/dal)