Bisnis Mazda tak berjalan sebagaimana mestinya sebab pandemi menghantam penjualan mobil hingga menukik tajam. Situasi juga semakin sulit sebab pabrik mereka di Jepang dan Amerika Serikat terpaksa harus ditutup.
Situasi itu semakin membebani Mazda yang sebenarnya sudah mengalami masalah lemahnya penjualan sebelum pandemi dan aliran dana yang negatif. Pinjaman dana segar diharapkan bisa membangun kembali kondisi keuangan mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Desember 2019 Mazda memiliki 500 miliar yen dan sekitar 63 miliar yen sekuritas. Mazda juga sudah mendapatkan jalur kredit sekitar 200 miliar yen dari Sumitomo Mitsui Banking dan lembaga keuangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan mobil Mazda pada Februari jatuh 14 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu. Lantas pada Maret performa kembali turun sebesar 33 persen.
Mazda bukan satu-satunya produsen otomotif yang meminta bantuan keuangan. Toyota telah meminta pinjaman 1 triliun yen, Nissan mengharapkan 500 miliar yen. Di Amerika serikat, General Motors meminjam US$16 miliar dan Ford US$15,4 miliar. (fea)