Berdasarkan penelitian, hal ini akibat kadar enzim ACE2 pada paru-paru laki-laki lebih tinggi dari wanita. Enzim ini membantu virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa bertahan lebih lama di paru-paru pria.
Penelitian ini melibatkan 3,5 ribu orang dan dipublikasi di European Heart Journal. Studi ini telah melalui proses penelaah sejawat atau mitra bestari (peer reviewer).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa pria memiliki kemungkinan kematian akibat Covid-19 sebesar 50 persen lebih tinggi daripada wanita.
Di Italia dan Korea juga menunjukkan data yang sama. Wanita di Italia meninggal pada tingkat kematian 4,1 persen dibandingkan dengan 7,2 persen untuk pria. Di Korea Selatan, sekitar 54 persen kematian yang dilaporkan adalah di antara laki-laki.
Penelitian menemukan konsentrasi angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2) yang lebih tinggi pada subjek pria dibandingkan dengan wanita. Sampel ini melibatkan 3,5 ribu orang tua dan pernah mengalami gagal jantung.
Namun, tidak satu pun dari subjek penelitian ini yang terinfeksi SARS-CoV-2. Tapi para peneliti yang terlibat melihat kemungkinan korelasi antara ACE2 sebagai sarang virus itu.
Profesor kardiologi di University Medical Center Groningen Belanda, yang memimpin studi tersebut, Adiran Vooris, mengatakan kandungan ACE2 yang tinggi di paru-paru memainkan peran penting dalam infeksi Covid-19
"Kadar ACE2 yang tinggi di paru-paru, dianggap punya peran penting dalam perkembangan gangguan paru-paru terkait dengan Covid-19," kata Vooris, seperti dikutip Business Insider.
Penelitian juga mengungkap kandungan ACE-2 lebih tinggi dibandingkan perempuan. Oleh karena itu, Vooris menyadari bahwa fakta ini berpotensi menjelaskan mengapa pria lebih berisiko meninggal akibat Covid-19 dibandingkan wanita.
Para peneliti juga mengangkat beberapa teori lain selain reseptor ACE2, tentang mengapa pria tampaknya lebih rentan terkena virus.
Dilansir dari Aljazeera, alasan lain bahwa sistem kekebalan wanita dapat berfungsi berbeda adalah karena kromosom X ekstra yang dimiliki wanita.
Wanita memiliki dua kromosom X (XX) sementara pria hanya memiliki satu (XY). Jenis kromosom ini dianggap relevan dengan respon imun karena sejumlah besar gen yang mengatur respon imun Manusia dikodekan pada kromosom X (jnp/eks)