Tips Teknologi

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli HP Bekas

CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 09:46 WIB
Pedagang handphone di ITC Kuningan, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020 Ilustrasi (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian masyarakat, perangkat handphone (hp) terbaru mungkin bukan menjadi pilihan. Masih ada alternatif lain yaitu membeli ponsel bekas atau seken.

Sesuai dengan namanya, ponsel bekas sebelumnya sudah pasti pernah dipakai oleh orang lain lalu dijajakan kembali dengan harga yang lebih murah.

Selain itu, mungkin ada komponen-komponen yang tidak berjalan dengan baik atau ada juga yang masih terbilang mulus.


Selain membeli langsung di konter penjual ponsel atau platform e-commerce, ada juga situs khusus yang menawarkan jual beli ponsel bekas.

Di Indonesia sendiri juga ada situs untuk menjajakan ponsel bekas seperti:
- Laku6.com 
- Jualo 
- Prelo
- Carousell 

Sebelum Anda membeli ponsel bekas, ada sejumlah hal yang mesti Anda perhatikan. Berikut tips membeli ponsel bekas:

1. Jangan beli hp yang terlalu tua

Menurut pengamat gadget dari Gadtorade, Lucky Sebastian, Anda diharuskan untuk tidak membeli ponsel bekas yang tidak terlalu lawas atau tua. Sebab, biasanya kemampuan daya baterai sudah tidak baik.

"Beli hp second yang tidak terlalu tua karena biasanya baterai sudah tidak optimal dan pembaruan sistem operasi juga mungkin sudah sampai batasnya. Update ini dibutuhkan untuk keamanan dan kenyamanan," kata Lucky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/5).

Selain itu, jika memungkinkan pilih perangkat gadget yang masih ada sisa garansinya. Lucky menyarankan untuk meminta garansi personal dari penjual, misalnya satu minggu.

2. Soal garansi

Jika perangkat masih terlihat bagus dan tidak memiliki masalah yang berarti, biasanya penjual tidak keberatan untuk memberikan garansi.

Lalu nomor serial garansi bisa langsung dibawa ke service center (pusat layanan) untuk mengetahui apakah ponsel punya riwayat pernah diperbaiki atau memiliki kerusakan.

3. Awas jebakan cicilan

Menurut Lucky, sekarang banyak perangkat gadget bekas yang dijual tetapi belum melunasi cicilan dan mencicilnya ke platform pinjaman online. Ia menilai hal ini mesti menjadi perhatian untuk calon pembeli.

"Para pemberi pinjaman online ini sering memasukkan software untuk mengunci handphone dan mengeluarkan tulisan pedas, misalnya cicilan belum lunas," tuturnya.

4. IMEI dan nomor serial

Lucky pun menegaskan kepada masyarakat untuk membeli ponsel bekas yang mencantumkan nomor serial ponsel dan IMEI sesuai yang tertera di dus serta unit perangkat.

Lucky juga menghimbau untuk menghindari ponsel batangan alias ponsel tanpa disertai kelengkapan dus dan aksesoris bawaan lain.

"Hindari smartphone batangan. Kalau-kalau mungkin riwayatnya hasil kejahatan, pemegang terakhir bisa dituduh sebagai penadah menurut undang-undang," pungkasnya.

5. Tentukan spesifikasi minimal

Sebelum mulai "jajan" tentukan dulu kebutuhan spesifikasi ponsel minimal yang ingin dibeli. Misal, kebutuhan memori, kapasitas baterai, kualitas kamera, sudah berapa tua ponsel itu.

Kapasitas memori berpengaruh, sebab akan menentukan keleluasaan pengguna mengunduh aplikasi dan menyimpan foto. Baterai tentu berpengaruh pada berapa sering anda akan mengisi ulang baterai.

Umur ponsel juga bakal berpengaruh pada dukungan Android pada ponsel itu. Maksudnya, beberapa ponsel tua tidak lagi mendukung versi Android terbaru. Sehingga mempersulit pengguna ketika aplikasi melakukan pembaruan dan butuh Android versi terbaru, misalnya.

6. Cek ponsel

Ada baiknya pembeli bisa langsung melihat kondisi barang ketika melakukan pembelian produk bekas. Sehingga bisa mengecek dan mencoba ponsel itu sebelum membeli. Jika penjual menolak ketika Anda minta barang untuk dicek, sebaiknya mencari penjual lain, seperti dilansir Android Authority.

- Cek slot kartu sim, masukkan kartu SIM ke ponsel untuk mengecek koneksi. Cek apakah ponsel bisa melakukan telepon, SMS, dan internet
- Cek apakah baterai mengisi dengan baik.
- Cek port untuk earphone atau bluetooth, apakah masih berfungsi. Coba nyalakan lagu atau memutar video di Youtube.
- Cek goresan pada ponsel
- Cek kamera apakah masih berfungsi baik dan kaca pelindung tak retak.
- Cek tiap tombol apakah masih berfungsi.
- Cek harga pasaran. Sebelum Anda mulai bernegosiasi, Anda mesti mengetahui budget maksimum yang telah disiapkan untuk membayar perangkat. (din/eks)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA