Menurut Menkominfo Johnny G. Plate, lebih dari 60 persen dari Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP atau nilai pasar semua barang dan jasa) Indonesia disumbangkan oleh sektor UMKM.
Apalagi saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19) mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas di rumah dan serba online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan Covid-19, kita suka atau tidak suka, transformasi offline ke online itu menjadi dipercepat. Ini suatu realita yang sekarang ini nyata," sambungnya.
"Di situasi yang sulit ini memang banyak sekali tantangan tetapi juga banyak kesempatan untuk mempercepat perwujudan masyarakat digital," pungkas Johnny.
Menanggapi pernyataan Menteri Johnny tersebut, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki mengakui pelaku UMKM yang masih bertahan di masa pandemi virus corona ini yang sudah beralih ke layanan daring.
Teten pun mengiyakan kalau pandemi virus corona ini seharusnya menjadi momentum para pelaku bisnis konvensional untuk siap beralih ke digital.
"Belajar dari pandemi Covid-19, ini yang bertahan (pelaku UMKM) yang sudah terhubung dengan market online maka transformasi UMKM ke digital ini momentum," kata Teten yang juga menghadiri acara Grab Ventures Velocity Batch 3.
"Jadi, pak presiden (Joko Widodo) sudah memerintahkan saya untuk membuat rencana kerja yang lebih terukur terutama jumlah UMKM yang sekarang sekitar 8 juta yang sudah terhubung dengan market online, ke depan harus lebih banyak," pungkasnya.