Berdasarkan data IDC yang diterima CNNIndonesia.com pada Senin (18/5), Vivo mencatatkan pangsa pasar 27 persen. Angka ini naik dari 23 persen pangsa pasar Vivo pada kuartal 4 2019.
Public Relation Vivo Indonesia, Tyas Rarasmurti mengatakan keberhasilan Vivo tak lepas dari memanfaatkan strategi penjualan melalui online di tengah pandemi Covid-19, sementara toko fisik banyak tutup tak menghasilkan penjualan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti bahwa kita berusaha untuk memastikan produk-produk kita tetap mudah didapatkan di pasar," tambahnya.
"Hal lain yang cukup penting di mana kita selalu menjaga ketersediaan produk kita atau kita balance supply dan demand, strategi ini salah satu kuncinya juga. Jadi stok manajemen itu salah satu kunci untuk bisa mencapai target yang kita inginkan," tegas Fachry.
Lihat juga:Rekomendasi HP Rp2 Jutaan Kala THR Cair |
Sementara Oppo yang tahun ini gencar meluncurkan perangkat seri A mereka yang dianggap IDC sebagai penggerak volume cuma meraih sekitar 22 persen pangsa pasar pada kuartal I 2020.
Selanjutnya Samsung pangsa pasarnya tak lebih dari 20 persen untuk periode sama, namun tetap menjadi merek ternama di Indonesia menurut IDC. Samsung disebut kewalahan dalam proses pengiriman produk dan ada gangguan pasokan. (din/mik)