Institut yang berada di kota tempat Covid-19 pertama kali mewabah menegaskan tiga jenis virus corona tidak mirip dengan jenis virus SARS-CoV-2 yang saat ini mewabah di dunia.
Para ilmuwan berpikir Covid-19 yang pertama kali muncul di Wuhan dan telah membunuh sekitar 340 ribu orang di seluruh dunia berasal dari kelelawar dan bisa ditularkan ke manusia melalui hewan mamalia lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu bahwa seluruh genom SARS-CoV-2 hanya 80 persen mirip dengan SARS. Ini perbedaan yang jelas. Jadi, dalam penelitian Profesor Shi yang lalu, mereka tidak memperhatikan virus seperti itu yang kurang mirip dengan virus SARS," kata Yanyi.
Rumor konspirasi bahwa bio safety lab (BSL) terlibat dalam wabah Covid-19 merebak selama berbulan-bulan bahkan sebelum Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meramaikan dugaan tersebut ke media.
Trump dan Pompeo mengatakan ada bukti bahwa patogen berasal dari Institut Virologi di Wuhan.
Laboratorium mengatakan telah menerima sampel virus yang tidak diketahui pada 30 Desember, menentukan urutan (sekuens) genom virus pada 2 Januari dan menyerahkan informasi tentang patogen ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Januari.
Yanyi mengatakan dalam wawancara bahwa sebelum menerima sampel pada Desember, timnya tidak pernah menemukan, meneliti atau menyimpan virus.
"Faktanya, seperti orang lain, kami bahkan tidak tahu virus itu ada. Bagaimana itu bisa bocor dari lab ketika kami tidak pernah memilikinya?" ujarnya.
WHO mengatakan Washington tidak memberikan bukti untuk mendukung tudingan spekulasi soal virus yang bocor dari institiut.
Dalam sebuah wawancara dengan Scientific American, Zhengli mengatakan urutan genom SARS-CoV-2 tidak cocok dengan salah satu virus kelelawar corona yang sebelumnya dikumpulkan dan dipelajari oleh laboratoriumnya.
[Gambas:Video CNN]
(jnp/age)