Menurut Co-founder perusahaan analisis Big Data Bonza Philip Thomas, Model Effective Reproduction Number (Rt) menunjukkan laju infeksi Covid-19 di tiap provinsi di Indonesia bergerak dengan kecepatan dan tren yang variatif.
Rt dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan untuk merencanakan strategi dan menakar efektivitas langkah pengendalian pandemi COVID-19 seperti pembatasan sosial skala besar (PSBB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya berdasarkan provinsi di Indonesia, Bonza juga menggunakan metode Rt untuk menakar laju penularan Covid-19 di negara ASEAN. Pergerakan Rt di Indonesia hingga 25 Mei 2020 ada di level 1,43 degan tingkat kepercayaan 90 persen antara 1,13 dan 1,68.
Angka laju penularan di Vietnam menunjukkan tren yang jauh lebih baik dari Indonesia dan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Hingga 25 Mei, angka Rt Vietnam berada di level 0,32 dengan tingkat kepercayaan 90 persen berada di antara 0 dan 1,75.
Contohnya, Rt = 2 berarti rata-rata setiap carrier menularkan virus ke dua orang pasien, yang kemudian menularkan virus ke empat orang lain dan seterusnya. Angka Rt lebih dari 1, artinya diprediksi akan muncul kasus yang lebih banyak di daerah tersebut.
Sebaliknya, Rt < 1 menunjukkan rata-rata carrier menularkan kurang dari satu orang, sehingga jumlah orang yang tertular di daerah tersebut akan menurun seiring berjalannya waktu hingga laju penularan berhenti. Virus H1N1 yang mewabah pada 2009 memiliki Rt 1,5, sedangkan Spanish Flu pada 1912 memiliki Rt 2,2.
Adapun, area abu-abu (lihat grafik) menunjukkan terdapat kemungkinan 90 persen bahwa estimasi angka Rt yang sesungguhnya berada dalam rentang ini. Seiring peningkatan jumlah tes, kepercayaan terhadap estimasi pun meningkat dan dapat menyebabkan area abu-abu menyempit.
Data Rt tiap provinsi di Indonesia tersedia dan diperbarui tiap hari di https://www.thebonza.com/dashboard.