500 Mobil Pendeteksi Corona dari Basis Hiace dan Sprinter

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 27/05/2020 18:31 WIB
In this Thursday, May 7, 2020 photo, Dr. Monica Rodriguez of the Madrid Emergency Service (SUMMA) UVI-6 unit puts on a individual protection suit during an emergency call, amid the coronavirus outbreak in Madrid, Spain. After helping to flatten one of Europe’s sharpest contagion curves in the coronavirus pandemic, exhausted ambulance workers in Madrid fear that a resurgence in infections could throw them into another frantic period on the front line. (AP Photo/Bernat Armangue) Ilustrasi. (Foto: AP/Bernat Armangue)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan karoseri Inti Dharma tengah mengerjakan proyek produksi massal kendaraan untuk membantu tenaga media mendeteksi virus corona (Covid-19). Ada 500 unit kendaraan yang sedang dikerjakan. Perusahaan mengandalkan Toyota Hiace, dan Mercedes-Benz Sprinter yang dimodifikasi bagian interiornya.

"Jadi ada 500 unit kami produksi yang mungkin akan selesai dalam satu dua bulan ke depan," kata Direktur Inti Dharma Santoso Halim kepada CNNIndonesia melalui sambungan telepon, Rabu (27/5).

Menurut Santoso, ratusan kendaraan itu telah dipesan sejumlah instansi di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu meredam pandemi Covid-19 di Indonesia.


"Saya tidak bisa ekspos (siapa saja pemesannya), tapi salah satu dari BNPB," ucap Santoso.

Inti Dharma memodifikasi bagian interior Van tersebut dengan perangkat laboratorium. Tahap awal ini dua unit sudah sudah disalurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ke Kota Surabaya, Jawa Timur.

Mobil itu memiliki alat PCR teknologi baru dari Korea Selatan dengan crystal mix. Disebutkan PCR pada umumnya menggunakan liquid reagen, namun kali ini memakai reagen padat sehingga mudah dibawa.

Teknologi pada laboratorium mobil juga diklaim mempermudah dan mempercepat pengetesan virus corona pada seseorang. Kata Santoso pengetesan untuk menentukan seseorang positif atau negatif corona dalam waktu 39 menit.

Di samping itu terdapat fitur negatif pressure yang sudah dilengkapi sistem double High Efficiency Particulate Air (HEPA) untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.

"Jadi modifikasi antara Hiace dan Sprinter fungsional sama, tapi (Sprinter) satu kelas di atasnya. Yang bikin beda dari sisi kelengkapan di dalam laboratorium mobil itu," ucap dia.

Untuk satu unit mobil laboratorium menggunakan Hiace dijual mulai Rp5 miliar, sementara Sprinter Rp8 miliar- Rp9 miliar. Harga bisa semakin mahal tergantung kelengkapan peralatan medis di dalamnya.

"Jadi dari 500 unit itu 10 persen memesan Sprinter. Tapi intinya kami memastikan kami bukan jual mobilnya, tapi sistem dan solusi di dalam mobilnya (untuk penanganan corona)," tutur Santoso.

[Gambas:Youtube]

(ryh/mik)