Youtube Hapus Otomatis Komentar Kritik Partai Komunis China

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 06:53 WIB
Logo YouTube Logo Youtube. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Youtube dikabarkan secara otomatis menghapus komentar yang mengandung frasa bahasa Mandarin tertentu yang terkait dengan kritik terhadap Partai Komunis China (PKC). Youtube mengaku hal itu merupakan kesalahan dan tengah berusaha melakukan perbaikan atas masalah tersebut.

Youtube tidak menguraikan secara rinci soal bagaimana atau mengapa kesalahan ini terjadi. Namun mereka mengatakan kejadian itu bukan hasil dari perubahan dalam kebijakan moderasinya.

"Setelah ditinjau oleh tim kami, kami telah mengkonfirmasi ini adalah kesalahan dalam sistem penegakan kami dan kami sedang berupaya memperbaikinya secepat mungkin," kata juru bicara YouTube, melansir The Verge, Rabu (27/5).


The Verge menemukan bukti bahwa komentar dihapus sejak Oktober 2019. Ketika masalah itu diangkat di halaman bantuan resmi YouTube, beberapa pengguna mengonfirmasi bahwa mereka pernah mengalami masalah yang sama.

Komentar yang ditinggalkan di bawah video atau dalam streaming langsung yang berisi kata-kata "共匪" ("bandit komunis") atau "五毛" ("pesta 50 sen") diketahui secara otomatis dihapus dalam waktu sekitar 15 detik.

Istilah "共匪" adalah penghinaan yang berasal dari pemerintah Nasionalis Tiongkok bagi PKS. Sementara "五毛," (atau "wu mao") adalah istilah gaul untuk menghina pengguna internet yang dibayar untuk mengarahkan diskusi online jauh dari kritik terhadap PKC. Komentator semacam itu dibayar 50 sen per posting.

Frasa-frasa itu diduga tidak sengaja ditambahkan ke filter komentar YouTube, yang secara otomatis menghapus spam dan teks yang menyinggung. Komentar dihapus terlalu cepat untuk moderasi manusia.

Indikasi lain di balik terhapusnya komentar yang mengkrtik PKC diduga terkait dengan status YouTube yang dilarang di China selama bertahun-tahun.

Melansir Tech Crunch, YouTube mengatakan yang terjadi saat ini adalah efek samping yang tidak disengaja dari sistem moderasi komentar platform yang dirancang untuk menyaring ucapan benci, pelecehan, dan spam.

Perusahaan tidak menawarkan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana persyaratan berakhir ditandai oleh sistem otomatisnya.

Namun, mereka menyampaikan sebagian besar tenaga kerjanya tengah keluar dari kantor akibat pandemi Covid-19 sehingga mereka bersandar pada metode moderasi AI dalam beberapa bulan terakhir, bahkan ketika mereka mengakui bahwa kurangnya pengawasan manusia akan menyebabkan lebih banyak contoh konten yang dihapus secara keliru. (jps/mik)

[Gambas:Video CNN]