Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menjelaskan pihaknya mengajukan pemangkasan PKB mulai 30 persen sampai 50 persen.
"Kami sudah sampaikan, tapi mungkin tidak dalam waktu dekat karena pemerintah juga sedang sibuk dengan wabah ini," kata Nangoi melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda bayangin misal jual mobil satu, terus pengurusan bea balik nama potongan, terus PKB potongan meski tahun depannya tetap bayar normal STNK. Nah itu kan juga pemasukan buat negara," ucap dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga belum tau kapan. Saya tidak bisa ganggu dulu karena mereka sedang sibuk sekali. Tapi nantinya juga akan ke sana, karena pemerintah dukung," ungkap dia.
Ada juga permintaan penambahan waktu jatuh tempo dokumen form D untuk kebutuhan importasi dari 1-3 hari menjadi 2-3 pekan karena sebagian negara tengah menerapkan lockdown.
Selanjutnya permintaan soal relaksasi demurage atau biaya yang dipungut perusahaan pelayaran kepada importir bila belum menaikkan atau menurunkan kontainer ke kapal dalam waktu yang telah disepakati hingga satu bulan.
Permintaan lain, tidak ada tarif penggunaan minimum PLN dan gas serta transaksi menggunakan rupiah bukan dolar Amerika Serikat. Selanjutnya memudahkan proses perpanjangan izin dan mengoptimalkan kapasitas produksi terpasang, serta meminta prinsipal untuk memindahkan pesanan.
"Jadi itu sudah kami sampaikan. Ya tinggal tunggu saja pemerintah prioritasnya seperti apa," ucap Nangoi. (ryh/mik)