Proyek yang dinamai "Tianwen" ini bakal mengirimkan rover yang dikendalikan dari jarak jauh untuk mempelajari permukaan 'planet merah' itu.
"Proyek besar ini berjalan sesuai rencana dan kami menargetkan peluncuran pada Juli," seperti tertulis dalam pernyataan resmi badan antariksa China, China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASA sebelumnya telah menerbangkan empat misi penjelajah Mars dan bersiap menempuh misi kelima. Penerbangan kelima itu juga rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun ini saat musim panas.
Rover yang dinamakan Perseverance itu diperkirakan akan tiba di Mars pada Februari 2021. Misi ini juga berencana untuk membawa balik ke Bumi sampel batuan di Mars.
Lihat juga:Fakta Roket China yang Jatuh Liar ke Bumi |
China dikatakan memiliki sejumlah rencana untuk memperluas upaya eksplorasi ruang angkasa. Mereka berencana mengembangkan platform penelitian orbital di stasiun luar angkasa mereka sendiri pada 2022.
Baru-baru ini, program luar angkasa negeri tirai bambu itu juga melakukan pengujian peluncuran pesawat ruang angkasa yang akan digunakan dalam misi pendaratan astronot China di permukaan Bulan, mengutip TechCrunch Rabu (27/5).
Mengutip Phys, selain China dan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab juga akan meluncurkan wahana antariksa pertama ke Mars pada 15 Juli dari Jepang. (ryn/eks)