Nissan Ubah Strategi untuk 'Bertahan Hidup'

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 28/05/2020 19:21 WIB
Logo aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Logo aliansi tiga perusahaan otomotif Nissan-Renault-Mitsubishi. (Foto: alliance-2022.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nissan dikabarkan bakal mengubah strategi bisnis guna memperbaiki rencana kerja aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi. Keputusan perubahan ini untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan usai penurunan penjualan pasca Carlos Ghosn tersandung hukum dan pandemi Covid-19.

Menurut AFP, Kamis (28/6), restrukturisasi ini akan membuat perubahan besar, salah satunya yaitu menghapuskan beberapa model berbagi platform di bawah aliansi.

Rencananya, akan ada pengurangan model hingga 40 persen untuk kendaraan sepenuhnya di bawah aliansi, menurut perusahaan. Dari rencana tersebut perusahaan akan mempertahankan produk mobil baru yang akan dikembangkan bersama mulai 2025, meliput mobil konvensional, hybrid dan listrik.


Nissan-Renault akan mengungkap rincian tentang rencana restrukturisasi mereka dalam beberapa hari mendatang, sementara Mitsubishi diperkirakan akan mengikuti pada Juli atau paling telat Agustus.

Ribuan orang dikabarkan akan kehilangan pekerjaan dan sejumlah pabrik ditutup imbas dari perubahan strategi bisnis ini.

Kondisi perusahaan yang kurang menguntungkan

Dalam beberapa tahun terakhir Nissan mulai menyesuaikan kapasitas produksi imbas penurunan besar dalam permintaan merek Nissan di beberapa negara.

Pada April 2020, Nissan memperkirakan akan mengalami kerugian tahunan hingga 45 miliar yen. Kerugian ini menjadi kinerja terburuk bagi perusahaan sejak 2008-2009.

Di samping itu Nissan sudah tidak lagi berada pada urutan kedua sebagai pembuat mobil terbesar di Jepang setelah Toyota.

Nissan bakal memprioritaskan bisnis pada tiga pasar inti yaitu Jepang, China, dan Amerika Serikat sebab perusahaan tengah merugi besar di kawasan Eropa. Pabrikan bakal mengandalkan dua mobil andalan yaitu Qashqai dan Juke.

Automotive News melaporkan Nissan berencana menutup pabrik di Barcelona, Spanyol. Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi baru perusahaan.

Sebelum Barcelona, Nissan juga sudah menutup pabrik di Indonesia. Mobil terakhir Nissan yang diproduksi di Tanah Air yakni Livina telah dipindah pembuatannya ke pabrik Mitsubishi Indonesia. Sedangkan produksi Datsun di pabrik Nissan Indonesia dinyatakan selesai beberapa bulan lalu. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]