McLaren PHK 1.200 Pekerja Imbas Corona

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 09:37 WIB
Bugatti McLaren Senna Mobil sport McLaren. (Foto: cars.mclaren.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dampak pandemi Covid-19 menghantam produsen otomotif dunia, tidak terkecuali McLaren yang terpaksa harus memutus hubungan kerja (PHK) 1.200 pekerjanya, yang sebagian besar di Inggris.

Balapan Formula 1 telah ditangguhkan, sementara pesanan untuk supercar McLaren telah jatuh karena pandemi.

McLaren mengatakan telah "sangat terpengaruh" oleh krisis. Perusahaan menjelaskan telah bekerja keras untuk memotong biaya dan menghindari PHK.


"Tapi kami sekarang tidak punya pilihan lain selain mengurangi ukuran tenaga kerja kami," kata ketua McLaren Paul Walsh dalam sebuah pernyataan, dikutip dari sejumlah media Inggris.

Menanggapi pandemi Covid-19, McLaren Automotive telah menangguhkan produksi di fasilitas manufaktur Inggris dengan sejak Maret lalu.

Tindakan itu diambil untuk memastikan keselamatan tenaga kerja McLaren sesuai dengan saran pemerintah setempat dan agar perusahaan berada pada posisi yang tepat untuk melanjutkan operasi semulus mungkin di masa depan.

Pemangkasan pekerja 1.200 orang itu terbilang masif bagi McLaren yang sekarang total mempekerjakan 1.400 orang.

Sebelumnya pandemi Covid-19 juga berdampak kepada pekerja sektor otomotif di Amerika Serikat dan Eropa. Dua produsen yaitu Nissan dan Honda dikabarkan bakal memangkas puluhan ribu pekerja yang ada di pabrik dua negara tersebut.

Nissan memangkas 10 ribu karyawan. 6.000 karyawan di antaranya bekerja di pabrik Nissan di Sunderland, Inggris dan sekitar 3.000 di Spanyol.

Nissan sebelum pandemi corona di global sempat memangkas 12.500 pekerja atau kurang lebih 10 persen dari total tenaga kerja Nissan di global. Ini bagian dari restrukturisasi untuk mempertahankan keuangan perusahaan perusahaan. (mik)

[Gambas:Video CNN]