Komet ini pertama kali terlihat pada 21 Mei 2017 dan difoto oleh teleskop ruang angkasa Hubble.
Saat ini komet tersebut berjarak 10 AU (astronomical unit) dari Bumi. Satuan AU menunjukkan jarak antara Matahari dan Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Setelah tiga tahun sejak pertama ditemukan, komet ini masih dalam perjalanan mendekat ke Bumi. Saat itu, pengamat melihat kalau komet ini telah mulai menampakkan ekor debu yang disebut koma.
Ekor debu ini tampak ketika komet mulai mendekati Matahari. Pengamat memperkirakan ekor komet ini hasil dari gesekan permukaan komet yang terdiri dari gas beku ketika bergerak mendekati Matahari. Gas beku pada permukaan komet ini terdiri dari oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan karbon monoksida.
"Kebanyakan komet ditemukan pada jarak yang lebih dekat ke Matahari di sekitar orbit Jupiter. Sehingga ketika kita menemukannya, permukaan volatil (komet) sudah terpanggang," jelas astronom Dr. David Jewitt dari University of California, Los Angeles, Amerika Serikat, seperti dikutip Sci News.
Teleskop Hubble membantu timpengamat unutk memperkirakan ukuran inti komet K2. Diperkirakan diameter inti sekiutar 12 miil dan panjang koma 10 kali diameter Bumi. (eks)