CEO Apple Tim Cook Kecam Insiden Kematian George Floyd

CNN Indonesia | Senin, 01/06/2020 20:12 WIB
NEW YORK, NY - OCTOBER 30: Tim Cook, CEO of Apple laughs while Lana Del Rey (with iPad) takes a photo during a launch event at the Brooklyn Academy of Music on October 30, 2018 in New York City. Apple debuted a new MacBook Air, Mac Mini and iPad Pro.   Stephanie Keith/Getty Images/AFP CEO Apple, Tim Cook. (Stephanie Keith/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif Apple, Tim Cook, menyampaikan tanggapannya terkait meninggalnya George Floyd akibat kekerasan oleh anggota Kepolisian Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat pada pekan lalu, melalui sebuah surat elektronik yang dikirim kepada karyawannya.

Kemarahan yang meluas atas pembunuhan Floyd memicu protes, bentrokan dengan polisi dan penjarahan di beberapa kota di Amerika Serikat.

Dalam surat tersebut, Cook mengutuk pembunuhan itu dan menyerukan agar menciptakan dunia yang lebih baik, lebih adil bagi semua orang.


"Tidak ada satupun kelompok masyarakat yang bisa kita dibanggakan jika belum bisa menjamin kebebasan akan rasa takut bagi setiap orang yang memberi negara ini cinta, tenaga, dan menjalani hidup mereka," tulis Cook.


Dia juga mengakui ketidakadilan rasial ada di AS, termasuk dalam sistem peradilan pidana serta dari ketidaksetaraan ekonomi dan kesenjangan dalam peluang pendidikan.

Surat itu muncul tak lama setelah Apple menutup beberapa toko di AS ketika aksi protes berubah menjadi kekerasan, kerusuhan dan penjarahan selama akhir pekan.

Berikut isi surat lengkap yang ditulis Cook dan dikirim ke email seluruh karyawannya, dikutip dari CNBC:

Saat ini, ada rasa sakit yang terukir dalam jiwa bangsa kita dan di hati jutaan orang. Untuk berdiri bersama, kita harus membela satu sama lain, dan mengenali rasa takut, sakit hati, dan kemarahan yang dipicu oleh pembunuhan yang tidak masuk akal atas George Floyd dan sejarah rasialisme yang berlangsung lama ini.

Masa lalu yang menyakitkan itu masih ada sampai sekarang - tidak hanya dalam bentuk kekerasan, tetapi dalam pengalaman sehari-hari diskriminasi juga berakar kuat. Kita melihatnya dalam sistem peradilan pidana kita, banyaknya kematian akibat wabah pada komunitas kulit berwarna hitam dan coklat, ketidaksetaraan dalam layanan lingkungan dan pendidikan yang diterima anak-anak kita.

Meskipun hukum kita telah berubah, kenyataannya adalah bahwa perlindungan terhadap mereka masih belum diterapkan secara universal.


Kita telah melihat kemajuan sejak saya tumbuh di Amerika, tetapi juga benar bahwa komunitas kulit berwarna terus mengalami diskriminasi dan trauma.

Saya telah mendengar banyak dari Anda bahwa Anda merasa takut - takut di komunitas Anda, takut dalam kehidupan sehari-hari Anda, dan, yang paling kejam dari semuanya, takut pada kulit Anda sendiri.

Tidak ada satupun kelompok masyarakat yang bisa kita dibanggakan jika belum bisa menjamin kebebasan akan rasa takut bagi setiap orang yang memberi negara ini cinta, tenaga, dan menjalani hidup mereka.

Di Apple, misi kami adalah dan selalu menciptakan teknologi yang memberdayakan orang untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Kami selalu mendapatkan kekuatan dari keberagaman kami, menyambut orang-orang dari setiap jalan kehidupan ke toko kami di seluruh dunia, dan berusaha untuk membangun Apple yang inklusif bagi semua orang.

Tetapi bersama-sama, kita harus berbuat lebih banyak.

Demonstran yang menuntut keadilan atas kematian warga kulit hitam di Minneapolis, AS, George Floyd, akibat kekerasan polisi. (AP/Alex Brandon)

Hari ini, Apple memberikan donasi kepada sejumlah kelompok, termasuk Equal Justice Initiative, sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk menentang ketidakadilan rasial, mengakhiri penahanan massal, dan melindungi hak asasi manusia dari orang-orang yang paling rentan dalam masyarakat Amerika.

Untuk membuat perubahan, kita harus menguji kembali pandangan dan tindakan kita sendiri dengan rasa sakit yang sangat terasa tetapi terlalu sering diabaikan. Masalah martabat manusia tidak akan bertahan berdiri di sela-sela. Kepada kolega kami di komunitas kulit hitam - kami melihat Anda. Anda penting, hidup Anda penting, dan Anda dihargai di sini di Apple.

Untuk semua rekan kami yang terluka saat ini, ketahuilah bahwa Anda tidak sendirian, dan bahwa kami memiliki sumber daya untuk mendukung Anda.

Kini, lebih penting dari sebelumnya untuk berbicara satu sama lain, dan menemukan penyembuhan dalam kemanusiaan kita bersama. Kami juga memiliki sumber daya gratis yang dapat membantu, termasuk Program Bantuan Karyawan kami dan sumber daya kesehatan mental yang dapat Anda pelajari di situs People.

Ini adalah saat ketika banyak orang mungkin menginginkan tidak lebih dari kembali ke keadaan normal, atau ke status quo yang hanya nyaman jika kita mengalihkan pandangan dari ketidakadilan. Meskipun sulit untuk mengakui, keinginan itu sendiri merupakan tanda hak istimewa.

[Gambas:Video CNN]

Kematian George Floyd adalah bukti yang mengejutkan dan tragis bahwa kita harus membidik jauh lebih tinggi daripada masa depan yang "normal", dan membangun yang sesuai dengan cita-cita kesetaraan dan keadilan tertinggi.

Seperti kata-kata Martin Luther King, "Selalu ada kelompok masyarakat yang ingin kondisi status quo dan tak acuh serta tertidur selama revolusi terjadi. Hari ini bukan saatnya, kelangsungan hidup masyarakat bergantung pada kemampuan kita untuk tetap terjaga, menyesuaikan diri dengan ide-ide baru, untuk tetap waspada dan menghadapi tantangan perubahan."

Dengan setiap napas yang kita ambil, kita harus berkomitmen untuk menjadi perubahan itu, dan untuk menciptakan dunia yang lebih baik, lebih adil bagi semua orang. (agn/ayp)