Beberapa aplikasi berbahaya besutan pembuat aplikasi pengeditan video VivaVideo ini diantaranya Tempo hingga VidStatus yang dianggap memiliki malware dan spyware.
Dua aplikasi QuVideo itu diidentifikasi oleh Microsoft sebagai aplikasi yang berisi trojan akses jarak jauh. Trojan ini dikenal sebagai AndroidOS / AndroRat. Jenis trojan ini dapat mencuri dana bank, Cryptocurrency, atau PayPal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, VPN Pro melaporkan VivaVideo memiliki malware. Aplikasi VivaVideo merupakan aplikasi buatan perusahaan China, Qu Video yang telah diunduh sebanyak 100 juta kali Play Store. VPN Pro menyarankan agar pengguna segera menghapus VivaVideo.
Aplikasi ini diidentifikasi oleh Microsoft sebagai aplikasi yang berisi trojan akses jarak jauh. Trojan ini dikenal sebagai AndroidOS/ AndroRat. Jenis trojan ini dapat mencuri dana bank, Cryptocurrency, atau PayPal.
Serupa, aplikasi pengeditan video VivaVideo dicurigai mengandung malware dan spyware karena meminta berbagai izin akses yang sama sekali tidak diperlukan untuk sebuah aplikasi pengeditan video.
Akses tersebut berupa GPS, kemampuan membaca keadaan ponsel, membaca kontak, membaca log panggilan pengguna, mematikan dan menghidupkan ponsel pengguna, hingga mengakses kamera.
"Alasan utama karena meminta akses yang tidak seharusnya dan melakukan kegiatan yang seharusnya tidak dilakukan oleh aplikasi pengeditan video," ujar Pratama.
"Misalnya permintaan untuk posisi GPS yang sangat presisi yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh aplikasi editing video, permission semacam ini hanya dibutuhkan misalnya oleh aplikasi Gojek dan Grab," ujar Pratama.
Pratama mengatakan CISSRec tidak menemukan malware di VivaVideo. Bahkan Google Playstore dan App Store masih mengizinkan aplikasi berada di platform. (jnp/eks)