Igun Wicaksono, Ketua Presidium Garda Indonesia yang mengatakan pihaknya salah satu penggagas sekat plastik menjelaskan, partisi itu membuat sepeda motor tak bisa dipacu dengan kecepatan tinggi. Ia menyebut saat partisi itu digunakan motor hanya bisa dipakai 60 km per jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Igun menjelaskan sekat plastik itu dirancang seringan mungkin agar tidak berat ketika digendong. Meski begitu dia mengakui saat dipakai bisa mengurangi kenyamanan berkendara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekat plastik itu diketahui berbentuk persegi panjang, ukurannya lebih tinggi dari kepala pengemudi saat duduk sambil berkendara. Pada bagian atas terdapat area tembus pandang tepat di belakang kepala pengemudi.
Fungsi utama sekat plastik yang digendong seperti tas punggung ini untuk mencegah penularan Covid-19 dengan penumpang. Pemakaian barang ini mendukung jaga jarak sosial serta mendukung berbagai imbauan untuk penumpang saat menggunakan ojol termasuk membawa helm.
Sekat plastik dari Grab Indonesia merupakan bagian dari protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 bila perusahaan diizinkan mengaktifkan fitur antar penumpang pada masa new normal atau setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dicabut.
Sekat plastik dari Grab terungkap melalui unggahan akun Instagram newdramaojol. Grab membenarkan mengenai hal tersebut, namun belum dapat mengungkapnya secara detail. (ryh/fea)