Garda Indonesia sejauh ini belum menetapkan harga buat barang yang digendong pengemudi seperti tas punggung itu. Sekat plastik diciptakan untuk menghindari penularan virus corona (Covid-19) antara pengemudi dan penumpang.
"Harga belum bisa kami keluarkan, masih sedang hitung ulang agar terjangkau driver ojol. Targetnya tidak sampai Rp100 ribu per unit," kata Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono melalui pesan singkat, Selasa (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). (Foto: Dok.istimewa) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Igun menguraikan, material sekat merupakan serat plastik yang diklaim elastis dan ringan. Satu unit memiliki tinggi 55 cm, lebar 35 cm, dan tebal 55 mm. Sedangkan berat total keseluruhan 500 gram.
"Jadi ini bahannya lebih kuat dan ringan dari plastik," ucap Igun.
Sekat plastik akan dipasarkan melalui satu unit usaha yang ditunjuk sebagai distributor utama. Igun menyebut membuka kesempatan pada Gojek dan Grab Indonesia bila ingin memanfaatkan sekat plastik itu untuk kebutuhan para mitranya.
"Apabila aplikator mau pesan maka silakan ke distributor, karena akan didistribusikan ke seluruh Indonesia," ucap Igun.
Grab diketahui juga sudah membuat sekat plastik serupa dengan fungsi sama. Sekat plastik buatan Grab diketahui melalui media sosial bentuknya transparan.
[Gambas:Instagram]
Meski demikian belum bisa dipastikan aktivitas ojol mengangkut penumpang bakalan kembali normal usai PSBB. Sejauh ini pemerintah melalui kementerian-kementerian mengeluarkan pernyataan berbeda-beda terkait hal itu. (ryh/fea)
