Riot Games Resmi Rilis Gim Valorant dan Tambah Fitur

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 00:17 WIB
Ilustrasi Gamer bermain gim Player Unknown's Battlegrouds (PUBG), Jakarta, 23 Maret 2019. Sebelumnya MUI Jabar mewacanakan untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap PUBG usai kasus penembakan masjid di Selandia Baru. CNN Indonesia/Hesti Rika Ilustrasi video game. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengembang video permainan Amerika Serikat (AS), Riot Games resmi merilis gim Valorant dan menghentikan versi beta gim tersebut. Dibandingkan dengan versi beta, pengembang menyematkan sejumlah fitur besar-besaran seperti penambahan agen ke-11 yaitu Reyna dan peta pendakian baru yang dipusatkan di Kota Venesia, Italia.

Agen Reyna didesain dengan kemampuannya yang dapat membunuh lawan. Kendati begitu, Reyna hanya dapat dimainkan dalam kurun waktu singkat.

Sementara fitur peta pendakian baru diklaim memiliki fungsi yang cukup unik. Sebab, beberapa area yang ada di dalam peta bakal diblokir dan hanya dapat diakses dengan cara tertentu seperti menambah jatuh barikade.


Selain itu, Riot Games pun membuat Spike Rush sebagai mode permainan debut gim Valorant. Mode ini memungkinkan pertandingan Valorant dengan jangka waktu yang lebih sedikit.

Hal ini dilakukan demi memberikan kesan santai saat memainkan gim dibandingkan mode sebelumnya yang terkesan lebih intens, seperti dilansir Forbes.

"Sage, Omen, Phoenix, Raze, dan Jess masing-masing menerima bagian buff dan nerf yang layak untuk membuat mereka siap untuk diluncurkan," tulis pengembang lewat laman resmi Play Valorant.


"Kami harapkan ada proses yang berkelanjutan, kami berharap dapat melakukan beberapa tambalan fitur berikutnya," lanjut mereka.

Lebih lanjut, perusahaan saat ini tengah menjadwalkan untuk menguji coba mode peringkat yang diperuntukkan untuk pemain yang sebelumnya mengikuti uji coba Valorant versi beta.

Peluncuran mode peringkat sendiri secara resmi mesti ditinjau lebih jauh untuk memastikan server berjalan dengan baik dan tidak ada bug, seperti dikutip Polygon.

Valorant dikembangkan oleh Riot Games, pengembang di balik gim populer League of Legends (LOL). Valorant diumumkan dengan nama sandi Project A pada Oktober 2019.


Valorant menduelkan dua tim (5v5) yang masing-masing terdiri dari lima orang. Setiap laga memiliki 25 putaran dan tim yang memenangkan 13 putaran keluar sebagai pemenang.

Mode utama gim ini yaitu ada tim yang menyerang dan sisanya bertahan. Tim penyerang memiliki bom yang harus ditanam di beberapa titik. Bom ini disebut Spike.

Tim penyerang wajib melindung Spike hingga meledak, sementara tim bertahan harus menjinakkannya. Setiap pemain hanya memiliki satu nyawa per putaran. Artinya jika seluruh pemain mati, itu dianggap kemenangan bagi tim lawan.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]