Fenomena ini akan berada di puncaknya pada pukul 02.24 WIB dan berakhir pada pukul 04.04 WIB. LAPAN mengatakan Gerhana akan terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, dan Samudra Hindia.
[Gambas:Instagram]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat situs resmi Langit Selatan dijelaskan bahwa pada saat Bulan Purnama Juni, Bumi akan masuk ke area penumbra yang menghalangi sebagian cahaya Matahari ke Bulan dan manusia di Bumi bisa menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra.
Selain Indonesia, sebagian Amerika Selatan dan Amerika Utara, negara-negara di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia berkesempatan menikmati gerhana ini.
Langit Selatan mengatakan untuk Gerhana Bulan, Bumi akan menghalangi cahaya Matahari ke Bulan. Akibatnya tidak ada cahaya yang diterima Bulan untuk dipantulkan ke Bumi.
Sebagai catatan saat ini, Matahari lebih besar dari Bumi sehingga muncul dua bayang Bumi, yaitu umbra (bayangan inti yang sangat gelap) dan penumbra (bayangan kabur).
Menurut LAPAN, Gerhana Bulan Total terjadi apabila seluruh permukaan bulan masuk ke dalam umbra. Untuk gerhana penumbra, hanya sebagian cahaya Matahari yang terhalang Bumi. Akibatnya, pengamat di Bumi masih bisa melihat Bulan, tapi lebih redup.
Akibatnya, Bumi hanya menghalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai permukaan Bulan dan menutupi sebagian besar permukaan Bulan tersebut dalam bayangan Bumi.
Sisa permukaan Bulan yang tidak berada dalam penumbra Bumi, akan tetap menerima cahaya Matahari secara langsung.
Posisi ketiga benda yang sejajar menyebabkan terbentuknya dua kerucut bayangan Bumi. Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra saat Bumi menghalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.
Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra adalah kerucut umbra saat Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.