Ragu dan Biasa, Komentar Pekerja Atas Sekat Plastik Ojol

CNN Indonesia | Kamis, 04/06/2020 06:48 WIB
Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Sekat plastik buatan ojol. (Dok.istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masyarakat menilai sekat plastik sebagai pembatas antara pengendara dan penumpang ojek online (ojol) bukan solusi mujarab menangkal penyebaran virus corona (Covid-19).

Salah satu pekerja yang sebelum pandemi biasa mengandalkan jasa ojol, Dina, mengatakan justru khawatir sekat tersebut menjadi media penularan Covid-19 tanpa disadari.

"Ya kita ini juga tidak tau, apakah sekat itu steril corona kah setelah digunakan banyak orang. Takutnya malah tertular, tapi mudah-mudahan tidak," kata Dina, Rabu (3/6).


Dina yang biasanya menggunakan ojol untuk menyambung transportasi usai turun KRL ke kantor di bilangan Jakarta Selatan meragukan sekat bisa membuat penumpang tidak bersentuhan langsung dengan pengendara.

"Ya pasti akan bersentuhan juga, namanya naik motor. Dari misalnya kaki, terus saat naik ke motornya bukannya kita harus pegangan," ucapnya.

Sementara itu Tia yang sudah merasakan masa work from home atau bekerja dari rumah sejak Maret tak mempermasalahkan penggunaan sekat pada ojol. Namun Tia menilai sekat tidak membuat kekhawatiran pengguna atas Covid-19 lenyap begitu saja.

"Jadi meski nanti akhirnya harus gunakan ojek online lagi, tetap saja hati tidak tenang sama sekali di jalan. Sama kayak kita naik kereta lah, bawaannya panik," ucap Tia.

Minta WFH Diperpanjang

Tia mengatakan solusi paling efektif untuk masa sekarang ini yaitu mempersempit ruang gerak masyarakat agar tidak keluar rumah.

Menurut Tia ada baiknya pemerintah tetap meminta perusahaan mempekerjakan karyawannya di rumah sampai pandemi mereda.

"Oke kalau ojol boleh operasi gunakan sekat dan sebagainya. Tapi pekerja seminimal mungkin tidak ke kantor dulu. Kan ada bagian-bagian yang mereka bisa kerja dari rumah. Kerja dari rumah sebetulnya tidak enak. Tapi dari pada ujungnya jalanan jadi ramai, terus di kantor numpuk juga orang," kata Tia.

"Jadi nantinya itu penggunaan ojol ini tidak setiap hari rutin, bisa hanya untuk pergi kalau benar-benar penting saja," lanjut wanita yang berkantor di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat itu.

Pekerja lain, Ilham, setuju jika masa bekerja dari rumah diperpanjang selama kasus Covid-19 masih tetap meningkat dari hari ke hari.

"Makanya yang penting corona turun dulu," kata Ilham.

Ilham menambahkan, ketimbang harus menggunakan jasa ojol dengan sekat lebih baik mengendarai sepeda motor sendiri untuk sementara waktu.

"Saya parno, jadi mau gunakan transportasi apa juga takut. Jadi untuk sementara kalau sudah aktif diminta ke kantor mending kita naik motor sendiri dulu. Tidak apa-apa capek juga, tapi ngerasa lebih tenang," kata Ilham. (ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK