Sekat Plastik Ojol Bakal Dibahas di Rapat Lintas Kementerian

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 20:25 WIB
Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). (Dok.istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal meminta pendapat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait penggunaan sekat plastik ojek online (ojol) untuk memisahkan pengemudi dan penumpang dari kontak fisik.

Perlu dipahami sekat plastik ini merupakan ide asosiasi pengendara ojol Garda Indonesia. Sekat plastik digendong di punggung pengemudi, alat ini diharapkan bisa mengurangi risiko penularan virus corona (Covid-19).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan kepada CNNIndonesia.com pihaknya menilai sekat plastik buatan ojol merupakan ide bagus.


"Bagus idenya itu menurut kita membantu minimal idenya bagus semangat dan kesadaran ojol untuk ikut mencegah Covid-19," ucap Budi saat dihubungi, Rabu (3/6).

Budi menjelaskan akan membahas sekat plastik di pembahasan skema protokol kesehatan transportasi online di rapat lintas kementerian. Dia belum bisa memastikan sekat plastik bakal membuat ojol diizinkan beroperasi mengangkut penumpang pada new normal sebab masih menunggu pendapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Sementara itu Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani mengatakan sekat plastik akan dibahas dengan Kemenkes dan Gugus Tugas besok, yakni pada Kamis (4/6).

"Besok rapat dengan Kemenkes untuk meminta pendapatnya bagaimana. Apakah ini bisa mengurangi dampak penularan atau tidak," kata dia melalui sambungan telepon.

Menurut Ahmad, Kemenhub tidak dapat langsung menyetujui ide penggunaan sekat plastik pada ojol sebelum ada persetujuan Gugus Tugas dan Kemenkes.

Dia juga bilang selain masalah ojol rapat juga membahas mengenai aturan main transportasi selama new normal.

Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).Pengemudi ojol membuat inovasi berupa sekat plastik yang digunakan untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19). (Dok.istimewa)
Sekat plastik itu merupakan ide yang disodorkan Garda Indonesia untuk menambah kepercayaan pemerintah agar mengizinkan ojol beroperasi mengangkut penumpang pada masa new normal atau setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dicabut.

"Dari Kemenhub tidak bisa jalan sendiri, karena ujungnya kalau pun kami sudah buat [aturan] tapi Gugus Tugas tidak setuju ya tidak bisa. Harus ada pandangan untuk mendapatkan konfirmasi dan persetujuan," kata dia.

Seperti diketahui selama PSBB keleluasaan ojek online mengangkut penumpang dibekukan sementara oleh penyedia jasa transportasi online seperti Gojek dan Grab yang menyesuaikan aturan pemerintah. Layanan ojol diizinkan hanya untuk mengantar barang selama PSBB. (ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]