Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik Utara California menuduh bahwa Google melanggar undang-undang penyadapan dan privasi karena mencegat, melacak, dan mengumpulkan komunikasi, bahkan ketika orang menggunakan mode penyamaran Chrome dan mode peramban web pribadi lainnya.
"Google melacak dan mengumpulkan riwayat penelusuran konsumen dan data aktivitas web lainnya, apa pun pengamanan yang dilakukan konsumen untuk melindungi privasi data mereka," bunyi gugatan, melansir CNET, Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang kami nyatakan dengan jelas setiap kali Anda membuka tab penyamaran baru, situs web mungkin dapat mengumpulkan informasi tentang aktivitas penjelajahan Anda selama sesi Anda," kata Castaneda.
Penggugat dalam kasus itu diwakili oleh firma hukum Boies Schiller & Flexner.
Melansir NBC News, penggugat menilai Google dapat mempelajari tentang teman-teman pengguna, hobi, makanan favorit, kebiasaan berbelanja, dan bahkan hal-hal yang paling intim dan berpotensi memalukan lewat Google Analytics, Pengelola Iklan Google dan plug-in situs web lainnya.
Penggugat menyatakan Google tidak dapat terus terlibat dalam pengumpulan data rahasia dan tidak sah dari hampir setiap orang Amerika lewat komputer atau telepon.
Para peneliti keamanan komputer sebenarnya telah lama menyuarakan keprihatinan bahwa Google dan pesaingnya dapat mengetahui profil pengguna dengan melacak identitas orang di berbagai mode penjelajahan, menggabungkan data dari penjelajahan internet pribadi, dan internet biasa.