Menurut Heru kerentanan keamanan pengguna itu terjadi hanya menggunakan kode OTP (one time password) atau kode verifikasi yang terdiri dari enam digit karakter yang umumnya dikirimkan melalui SMS atau e-mail.
"Ya memang Gopay merupakan layanan dengan kerentanan keamanan pengguna yang tinggi, hanya butuh OTP akun seseorang bisa diambil alih. PayPal juga sama, banyak akun pengguna PayPal yang dibajak orang lain," kata Heru kepada CNNIndonesia.com via sambungan telepon, Kamis (4/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Heru sempat menyinggung kasus akun Gopay publik figur Maia Estianty yang sempat diretas. Kala itu Maia bercerita lewat akun media sosial Instagram bahwa ia hendak memesan makanan lewat Gofood tetapi driver mengklaim kendaraannya mogok dan mengusulkan untuk mengganti pengemudi.
Merasa ada yang janggal, Maia tak mau memberikan OTP pada mitra pengemudi tersebut namun tetap saja uang Maia di Gopay terkuras.
Bercermin dari kasus Maia, Heru menyarankan beberapa tips kepada pengguna supaya terhindar dari kebocoran data. Salah satunya, masukan nomor kartu kredit hanya saat ingin transaksi.
"Masukan nomor credit card ke PayPal hanya saat mau transaksi. Sebab jika tidak akan berbahaya dan digunakan orang lain. Untuk Gopay juga isi seperlunya. Jangan deposit terlalu banyak kan kejadian Gopay Maia diambil pencuri digital," ucap Heru.
"Kami sangat bersemangat dalam memasuki sebuah hubungan strategis dengan Gojek untuk memperluas akses dan memberikan pengalaman baru bagi para pengguna kami di pasar yang sangat dinamis ini dan di seluruh dunia," jelas Farhad Maleki, Head of Corporate Development and Ventures for APAC, PayPal.
Investasi kali ini disebut akan digunakan untuk mendukung Gojek melakukan ekspansi ekonomi digital di Asia Tenggara.
Menurut Gojek, pendanaan oleh Facebook, PayPal, Google, Tencent, dan perusahaan-perusahaan global lainnya akan mendukung lebih banyak UMKM menuju digitalisasi. (din/mik)