Sebelumnya, pemerintah tidak memasukkan proyek pengembangan pesawat R80 dan N245 dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menggantikan dengan drone.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan memasukkan tiga proyek pengembangan teknologi drone senilai Rp27,17 triliun dalam daftar PSN. Proyek itu menggantikan pengembangan pesawat R80 dan N245 peninggalan BJ Habibie yang sebelumnya masuk dalam PSN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PSN tahun ini didorong untuk pengembangan proyek-proyek infrastruktur dan pengembangan kawasan industri/pariwisata, serta proyek pendukung pemulihan ekonomi pasca Covid-19.
Kedua proyek pesawat itu, akan dialihkan ke Prioritas Riset Nasional (PRN) di bawah Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).
Padahal menurut RAI, industri dirgantara bernilai strategis ekonomi yang sangat besar. Industri ini dinilai bisa membantu untuk mendukung visi Indonesia menjadi lima pelaku ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Untuk menjadi lima besar ekonomi dunia perlu pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 5 persen per tahun.
"Ini yang menjadi pesan utama kehadiran program pengembangan pesawat R80 di Indonesia tercinta ini."
Selain itu, dia mengatakan nilai strategis yang diberikan oleh industri dirgantara nasional adalah memberdayakan dan mengembangkan SDM
"Dengan diproduksinya pesawat R80 di dalam negeri, maka akan memberikan dampak positif dan manfaat strategis bagi perekonomian nasional, daripada kita harus membelinya dari luar negeri," ujarnya.
PT RAI juga menyampaikan terima kasih kepada kementerian dan lembaga yang telah memberi dukungan selama fase konseptual program R80, seperti Bappenas, Kemenlu, hingga Kemenristek.
"Kami juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung melalui jalur crowd funding dengan menggunakan platform kitabisa.com," ujar Justin. (eks/jps/dal)