JARI merupakan kapal permukaan tak berawak (USV) pertama di dunia. Selain untuk misi anti-kapal selam, JARI juga memiliki kemampuan pertahanan udara dan pertempuran permukaan, serta dibekali sistem persenjataan yang kuat.
Melansir SCMP, prototipe JARI diluncurkan pada bulan Agustus 2019. Edisi terbaru Ordnance Industry Science Technology berhasil mengabadikan sejumlah gambar ketika JARI melakukan uji coba laut perdana meski tidak membeberkan informasi secara rinci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sistem sonar yang terpasang pada JARI diklaim dapat melacak target bawah laut sejauh 7 km. Kapal yang dikembangkan oleh China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC) itu memiliki panjang 15 meter dan bobot 20 ton.
Pada bagian persenjataan, JARI punya meriam 30 mm (satu inci), rudal pertahanan udara jarak dekat, dua peluncur rudal darat-ke-udara dan anti-kapal kecil, serta dua peluncur torpedo anti-kapal selam.
"JARI USV dapat dimuat ke kapal induk atau kapal serbu amfibi untuk memberi dukungan pengintaian dan serangan tambahan. Ketika teknologi telah dikembangkan, kapal-kapal ini bahkan dapat meluncurkan paket serangan pada kapal besar permukaan musuh," kata laporan itu.
Melansir Asia Times, JARI USV lebih kecil daripada kapal perusak berawak Tipe-55 milik People's Liberation Army. Namun, JARI memiliki kesamaan sebagai kapal anti kapal selam, permukaan, dan udara.
JARI sempat dipajang di Pameran dan Konferensi Pertahanan Internasional di Abu Dhabi. Dalam pameran itu diketahui JARI juga memiliki sensor elektro-optik di atas superstruktur. (panji/fea)