Hydroxychloroquine tak lagi masuk dalam penelitian besar bertajuk Recovery Trial yang dilakukan oleh University of Oxford. Penelitian pengujian obat-obatan untuk Covid-19 ini melibatkan 11 ribu pasien di 175 rumah sakit di Inggris.
Selain hydroxychloroquine, studi ini juga menguji coba Lopinavir-Ritonavir, Dexamethasone, dan Azithromycin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil ini didapat setelah peneliti memberikan obat malaria hydroxychloroquine pada 1.542 pasien yang dipilih secara acak. Sebanyak 3.132 pasien lain menerima pengobatan standar sebagai pembanding.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Peneliti menyimpulkan bahwa perawatan hydroxychloroquine tidak mengurangi risiko kematian karena Covid-19.
"Ini jelas memiliki arti penting yang signifikan terhadap cara pasien dirawat tidak hanya di Inggris, tetapi di seluruh dunia," ucap Landray.
"Kami sudah berbicara di telepon pagi ini dengan WHO. Mereka akan mengadakan rapat komite mereka untuk mempertimbangkan kembali keputusan mereka berdasarkan hasil hari ini," kata salah satu peneliti peneliti Peter Horby.
Uji coba hydroxychloroquine menuai perdebatan beberapa waktu terakhir. Pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat menghentikan uji coba obat ini terkait dengan keamanan obat.
Presiden Jokowi sempat menggadang-gadang penggunaan obat malaria untuk melawan Corona. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras. |
Sementara itu di Indonesia, sejumlah perhimpunan dokter memberikan rekomendasi penggunaan hydroxychloroquine atau klorokuin fosfat untuk pasien Covid-19.
Menurut perhimpunan dokter, berdasarkan penelitian yang sedang dilakukan di seluruh Indonesia, penggunaan hydroxychloroquine tidak berkaitan dengan peningkatan kematian atau efek samping termasuk aritmia fatal.
Penelitian ini masih terus dikerjakan untuk mendapatkan data yang valid tentang efektifitas penggunaan hydroxychloroquine untuk pasien Covid-19 di Indonesia.
(ptj/end)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Presiden Jokowi sempat menggadang-gadang penggunaan obat malaria untuk melawan Corona. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.