Para ilmuwan pertama kali melihat FRB pada 2007. Namun, mereka kesulitan memahami penyebab letusan ini hampir satu setengah dekade. Penjelasan potensial terkait fenomena itu berkisar dari penggabungan bintang neutron superdense hingga peradaban alien yang canggih.
Melansir Space, lebih dari 100 FRB telah ditemukan hingga saat ini. Kebanyakan dari FRB hanya menyala sekali saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FRB 180916 adalah yang pertama diketahui meletus secara periodik. Dan saat para ilmuwan telah menemukan ledakan lain.
Dalam studi terbaru, mereka menemukan indikasi kuat siklus aktivitas 157 hari dari FRB 121102. Dalam studi itu FRB 121102 diketahui menyala selama 90 hari dan kemudian diam selama 67 hari.
Efek goyangan diperkirakan akan bermanifestasi dalam rentang beberapa minggu, kata anggota tim studi. Sehingga mereka tampaknya kompatibel dengan siklus 16 hari FRB 180916, tetapi tidak dengan siklus FRB 121102, yang 10 kali lebih lama.
"Penemuan menarik ini menyoroti betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang asal-usul FRB," kata rekan penulis studi Duncan Lorimer, associate dekan untuk penelitian di West Virginia University.
"Pengamatan lebih lanjut dari sejumlah besar FRB akan dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang sumber-sumber periodik ini dan jelaskan asalnya," ujarnya.
Melansir Forbes, sinyal radio yang baru ditemukan berasal dari galaksi kecil sekitar tiga miliar tahun cahaya dari Bumi. FRB terdeteksi untuk pertama kalinya pada 2007 oleh teleskop radio Parkes di Australia.
Setelah pertama kali diketahui pada tahun 2014 oleh teleskop radio Arecibo, FRB 121102 terdeteksi lagi pada tahun 2016 dan menjadikannya satu-satunya sinyal yang telah terjadi lebih dari satu kali.
Pengamatan itu memaksa para astronom mempertimbangkan kembali teori bahwa FRB adalah peristiwa satu kali yang berkaitan dengan bintang yang meledak sebagai supernova atau peristiwa bencana besar lainnya.
Sejak itu, 19 "pengulangan" lainnya telah ditemukan.
Jodrell Bank Observatory mendetekasi 32 semburan lebih lanjut selama lima tahun dari FRB 121102.
Ini menurut ahli adalah petunjuk menarik tentang asal-usul FRB.
Para astronom berpikir bahwa pola yang mereka amati menunjukkan bahwa ledakan kuat ini terkait dengan gerakan orbital dari bintang masif, sebuah bintang neutron, dan sebuah lubang hitam. Temuan itu sekaligus menegaskan suara radio bukan disengaja dari peradaban alien intergalaksi.
Bintang neutron adalah inti yang runtuh dari bintang raksasa, hasil dari ledakan supernova. Diperkirakan bahwa sumbu goyangan bintang neutron bisa menjadi penyebab FRB 121102, tetapi data baru menunjukkan itu bukan masalahnya. (jps/mik)