Peneliti siber yang melakukan riset independen itu, Athul Jayaram, mengungkap, nomor ponsel yang masuk dalam URL hasil fitur click to chat bisa dilihat dalam bentuk plain text oleh siapa saja yang mengaksesnya melalui Google. Dia mengatakan hal itu rentan digunakan tindak kejahatan siber.
Lihat juga:Fitur WhatsApp Bocorkan Nomor HP di Google |
Click to chat adalah fitur yang dapat memungkinkan pengguna memulai obrolan dengan pengguna lainnya tanpa harus pernah menyimpan nomor orang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika nomor telepon individu bocor, pelaku kejahatan siber dapat mengirim pesan, menelepon, bahkan dapat menjual nomor ke pelaku lain," sambung Jayaram.
Dalam pernyataan resmi WhatsApp yang disitat dari techcrunch.com, click to chat dikatakan didesain untuk membantu pengguna, terutama pengusaha kecil, di seluruh dunia, agar bisa berkomunikasi dengan konsumen.
"Kami mengapresiasi laporan penelitian itu dan menghargai waktu yang ia luangkan untuk membagikannya dengan kami, namun itu tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan hadiah karena hanya berisi URL indeks mesin pencari yang digunakan pengguna WhatsApp untuk dipublikasikan. Semua pengguna WhatsApp, termasuk untuk bisnis, dapat memblokir pesan yang tidak diinginkan dengan ketukan tombol," ujar WhatsApp.
Akun Twitter @WABetaInfo yang sering mengungkap fitur-fitur baru garapan WhatsApp mengungkap masalah data nomor ponsel yang bocor di Google sudah pernah disoroti sejak Februari. Masalah itu dikatakan masih terulang, namun kini sudah tidak lagi terlihat.
"Nomor telepon tidak lagi terlihat di Google," cuitnya sambil me-retweet salah satu cuitan yang sempat diunggah pada 29 Februari.
[Gambas:Twitter]
(din/fea)