Pilot Lettu PnB Apriyanto Ismail berhasil menyelamatkan diri dari kecelakaan menggunakan kursi pelontar. Kursi pelontar jet tempur umumnya digunakan dalam kondisi darurat di udara saat pertempuran.
Teknologi kursi lontar jet tempur ini cukup canggih. Tersedia tuas di dekat kursi pilot. Ketika seorang pilot menarik tuas kursi lontarnya, sinyal listrik kemudian akan membuka kunci kanopi atau kaca penutup pesawat dan melontarkannya ke udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini untuk menentukan opsi yang pelontaran kursi berdasarkan ketinggian, tekanan udara, dan kecepatan pesawat. Di ketinggian 50 ribu kaki dengan kondisi minim oksigen, kursi akan memberikan oksigen tambahan.
Namun ada opsi kedua adalah, yaitu drogue tidak akan digunakan saat pilot melontarkan kursi di ketinggian sekitar 15 ribu kaki. Artinya begitu kursi terlontar, parasut utama yang akan langsung terbuka.
Kira-kira dua detik setelah kursi dilemparkan ke atas, parasut akan terbuka. Secara otomatis hal ini akan menarik pin pada sabuk pengaman sehingga jok akan jatuh dari pilot mengutip Air Space Mag.
Dalam waktu tiga atau empat detik kemudian, kit survival turun pada ketinggian 25 kaki. Apabila kontak dengan air, kit tersebut akan mengembangkan rakit dan pelampung. (jnp/mik)