"Sehingga produksi atau pencapaian wholesales di bulan Mei 2020 nol unit," tulis ADM dalam keterangan resmi, Kamis (11/6).
Catatan produksi dan wholesales nol unit Daihatsu melanjutkan tren negatif dampak pandemi. Wholesales Daihatsu telah terekam anjlok menjadi 1.300 unit pada April dari Maret sebanyak 18.162 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amelia bilang pabrik memproduksi terbatas pada Mei hanya untuk memenuhi pasar ekspor. Sementara penjualan domestik menggunakan stok unit yang masih tersedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena diminta WFH tidak bisa produksi. Waktu sudah bisa produksi kami prioritas ekspor gunakan stok dulu secara demand turun," kata Amelia saat dihubungi.
Kendati wholesales nol unit, Daihatsu masih mencatat penjualan retail (penjualan dealer ke konsumen) pada Mei sebesar 3.673 unit dengan kontributor terbesar adalah Sigra dan pikap Gran Max. Namun angka itu turun dari hasil April sebanyak 5.160 unit.
Lebih lanjut, Amelia optimistis pada Juni roda perekonomian mulai bergerak sehingga industri otomotif nasional kembali menggeliat.
"Memasuki bulan Juni 2020, sudah banyak area di Indonesia yang melakukan relaksasi PSBB, sehingga roda perekonomian mulai menggeliat kembali. Kami berharap pasar mobil Indonesia akan membaik seiring dengan peningkatan ekonomi Indonesia." ujar Amelia. (ryh/fea)