Denda ini mesti dibayar lantaran Sony dianggap membuat pernyataan yang menyesatkan kepada konsumen di situs web mereka. Sehingga, Sony dianggap melanggar Undang-Undang Konsumen Australia (ACL).
Pelanggaran terjadi ketika pelanggan di Australia yang membeli gim Playstation di toko aplikasi layanan gim konsol itu. Tapi, setelah dibeli, mereka kesulitan mengunduh atau memainkan game tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan menemukan bahwa perwakilan Sony tidak secara akurat menggambarkan hak-hak pengguna PlayStation. Padahal, ACL telah mewajibkan perusahaan memberikan jaminan kepada konsumen bahwa barang yang dibeli memiliki kualitas yang dapat diterima, sesuai untuk tujuan yang diungkapkan dan sesuai dengan deskripsi.
Lihat juga:Wujud dan Spesifikasi Konsol Gim PS5 |
Hakim dari Pengadilan Federal, Steward menilai tidakan Sony merupakan hasil kompromi dan pragmatisme. Pengadilan Federal menyatakan denda sebesar US$3,5 juta yang akan menjadi kompensasi bagi pelanggan merupakan peringtan bagi perusahaan lain agar mematuhi ACL.
Melansir laman resmi Australian Competition and Consumer Commission, Ketua ACCC Rod Sims menyatakan hak-hak jaminan konsumen tidak kadaluarsa setelah produk digital diunduh atau hilang setelah 14 hari. Sehingga, dia mengatakan apa yang Sony katakan kepada para konsumen ini adalah kebohongan.
Lihat juga:Daftar Lengkap 26 Gim Playstation 5 |
Sims menuturkan konsumen dapat memperoleh perbaikan, penggantian, atau pengembalian uang secara langsung untuk produk-produk rusak ketika dibeli dari penjual. Dia berkata pengembalian uang berdasarkan jaminan konsumen juga harus diberikan secara tunai atau transfer uang tergantung dari cara konsumen membeli produk.
"Konsumen yang membeli produk digital secara online memiliki hak yang sama persis dengan jika mereka melakukan pembelian di toko fisik," kata Sims. (jps/eks)