Pesawat dengan nomor registrasi TT-0209 itu jatuh di permukiman warga di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, sekitar pukul 08.13 WIB.
Hawk 209 adalah pesawat jet latih interim untuk pesawat tempur jet generasi 4, seperti F-16, F-15, dan sebagainya. BAE Hawk 209 merupakan kode untuk jenis Hawk 200 yang diekspor ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adour adalah mesin turbofan counter-rotating yang memberikan daya dorong di kisaran 5.000 hingga 8.000 lb. Mesin itu memberi operator peningkatan daya dorong, peningkatan umur yang mengarah pada pengurangan biaya siklus hidup, dan kinerja yang lebih besar.
Berkat dukungan mesin Rolls-Royce itu, kecepatan terbang laut Hawk 200 bisa mencapai 1.000 km/jam. Jet itu juga memiliki kemampuan terbang hingga 3.508 meter per menit.
Sedangkan pada bagian kokpit, jet dengan satu tempat duduk itu memiliki sistem kontrol hands-on throttle dan stick (HOTAS) dan tampilan head-up-view-of-view (HUD). Dengan teknologi itu, pilot dapat memilih senjata dan melepaskan mode sebelum memulai serangan dengan menggunakan panel kontrol senjata.
Kokpit jet itu memiliki layar warna dengan prosesor khusus dan generator simbologi grafis 15-warna. 27 format tampilan pada kokpit juga menyediakan data penerbangan dan pesawat.
Pada bagian persenjataan, Hawk 200 memiliki 11 titik penyimpanan eksternal dengan empat tiang underwing, sebuah tiang di bawah badan pesawat dan stasiun rudal udara-ke-udara ujung sayap.
Selain rudal udara-ke-udara, pesawat itu dilengkapi senapan mesin, peluncur roket, pod pengintai, bom seberat 1.000lb, bom anti-personnel and light armour, bom cluster, bom latihan, pembawa roket, dan tangki bahan bakar eksternal. (jps/eks)