Menurut Persis, gerhana itu diklaim termasuk gerhana matahari Sentral-Cincin. Gerhana matahari Sentral-Cincin adalah jenis gerhana yang perpanjangan kerucut umbra mengenai bumi, kemudian daerah yang dapat menyaksikan gerhana ini akan melihat piringan bulan hanya menutupi bagian tengah piringan matahari.
Sementara bagian tepi piringan matahari tetap bercahaya, menyerupai sebuah cincin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian berlanjut ke Pakistan, India bagian utara, Tibet, China, Taiwan, dan berakhir di Lautan Pasifik atau di selatan pulau Guam.
Lebar gerhana dikabarkan bisa mencapai 21.1 km dan magnitude umbra 0.9940.
"Semakin ke Selatan persentase ketertutupan matahari oleh bulan semakin kecil," kutip Persis dalam laman resmi.
Bahkan, Persis mengabarkan beberapa daerah di Indonesia tidak bisa menyaksikannya gerhana matahari ini, seperti sebagian daerah Lampung, sebagian daerah Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, sebagian daerah di Jawa Tengah, sebagian daerah di Jawa Timur dan Yogyakarta.
Secara syar'i, Persis mengumumkan daerah yang tidak bisa menyaksikannya atau tidak dilewati gerhana maka tidak ada syariat ibadah gerhana. Durasi gerhana matahari di Indonesia berkisar antara 6 menit 26 detik sampai dengan 2 jam 26 menit 37 detik.
Di Indonesia terjadinya Gerhana sebagai berikut:
- Awal Gerhana mulai 13:16:22 sampai 15:16:40 WIB.
- Pertengahan Gerhana mulai 14:34:52 sampai 15:37:26 WIB.
- Kontak Akhir Gerhana mulai 15:07:57 sampai 16:31:58 WIB. (jps/mik)