Viral, Isu Bintang Emon di Twitter Salip Kasus Novel Baswedan

CNN Indonesia | Selasa, 16/06/2020 10:13 WIB
Bintang Emon Bintang Emon berhasil menyalip perbincangan isu utama terkait Novel Baswedan. (Screenshot via instagram @bintangemon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakar media sosial dari Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyatakan isu Bintang Emon menyalip perbincangan kasus Novel Baswedan yang sesungguhnya menjadi isu utama.

Isu mengenai perundungan Bintang Emon menurutnya adalah isu penyerta dari kasus putusan pengadilan terkait penyiraman air keras Novel Baswedan yang dituntut satu tahun penjara.

Tuntutan yang dianggap terlalu ringan ini berkaca pada alasan pelaku yang mengaku tidak sengaja melakukan penyiraman tersebut.

Hal ini pun menimbulkan perbincangan dengan topik 'Gak Sengaja' ramai di Twitter. Bintang Emon pun ikut berkomentar terkait kata kunci itu lewat video. Komentar ini lantas mendapat reaksi narasi negatif dengan mengaitkan Bintang sebagai pengguna norkoba.

Setelah itu, cuitan yang membela Bintang Emon pun menjadi viral. Dia mengatakan jumlah percakapan tentang Bintang Emon mencapai ratusan ribu hingga Senin (15/6).

"Viralnya serangan terhadap @bintangemon bahkan telah mengalahkan volume percakapan tentang "Noval Baswedan" dan "Gak Sengaja"," ujar Ismail lewat akun Twitter, Selasa (16/6).

Berdasarkan analisis tanggal 15 Juni, dia menyampaikan jumlah puncak perbincangan mengenai Novel Baswedan hanya sebanyak 44 ribu. Kemudian, dia menyampaikan perbincangan tentang 'Gak Sengaja' mencapai 67 ribu.

Sedangkan perbincangan tengan 'Emon' mencapai 233 ribu.

"Tampaknya netizen bergeser perhatiannya, dari membahas isu esensial (Novel Baswedan) menuju isu penyerta," ujarnya.

Lebih lanjut, Ismail menuturkan media online yang paling 'waras'. Sebab, dia menyampaikan media inline lebih banyak membahas aktor utama dari keriuhan tantang Bintang Emon, yakni Novel Baswedan.

"Sementara netizen di media sosial dalam periode yang sama lebih banyak membahas isu penyerta yaitu "Gak Sengaja" dan "Emon"," ujar Ismail.

Berdasarkan peta SNA (Social Network Analysis), Ismail juga memaparkan satu cluster besar yang membahas kedua frasa 'Gak Sengaja' dan Emon' lebih banyak didorong oleh netizen biasa dan para top influencer.

"Dari peta SNA di atas, akun2 (akun-akun) dalam sub cluster Pro Oposisi lebih banyak fokus pada frasa "Gak Sengaja" sedangkan netizen umum lebih banyak bahas "Emon"," ujarnya.


Isu ini juga tidak didompleng oleh akun bot. Total pengguna yang membicarakan frasa "gak sengaja" sebanyak 119 ribu akun. Ismail pun berhasil menganalisis 58 persen akun. Dari 69 ribu akun yang berhasil di analisis, angka skor bot senilai 1,65 yang berarti percakapan tersebut natural.

Di sisi lain, Ismail menyampaikan analisis menunjukkan emosi paling menggelegar dari netizen adalah 'anger'. Dia menyebut ada kemarahan dari netizen atas kebobrokan hukum di Indonesia.

Disusul dengan isu "trust" (kepercayaan) dalam konteks negatif karena mereka tidak lagi percaya ada keadilan. Selanjutnya, banyak yang terkejut pula dengan tuntutan yg hanya 1 tahun. Sebagian emosi netizen dinilai sebagai "joy" (kesenangan) karena mereka berkelakar terkait putusan tersebut. (jps/eks)

[Gambas:Video CNN]