Mobil Otonom Rentan Dibajak, Perlu Solusi Keamanan Siber

CNN Indonesia | Sabtu, 20/06/2020 00:46 WIB
Chongqing Changan Automobile mendapatkan gelar “Parade Mobil Otonom Terbesar” dari Guinness World Records. Ilustrasi mobil otonom. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sistem kendaraan semi otonom dan otonom yang menggunakan banyak perangkat elektronik memiliki sejumlah kekhawatiran, salah satunya rentan dibajak. Sistem mungkin disusupi 'faktor X' sehingga kinerja kendaraan tak maksimal, bahkan kemungkinan menjadi ancaman bagi penggunanya.

Mengutip keterangan Kaspersky, beberapa kasus membuktikan betapa pentingnya keamanan siber pada kendaraan otonom. Ancaman pembajakan tidak bisa diremehkan sebab mampu sampai mengambil alih pengendalian mobil.

Perlu dipahami mobil otonom merupakan kendaraan yang dilengkapi sejumlah teknologi canggih, perangkat lunak, dan radar yang saling terintegrasi. Khusus mobil otonom sepenuhnya dapat bergerak penuh tanpa ada pengendalian pengemudi di balik setir.


Saat ini sudah banyak produsen yang mengembangkan kendaraan jenis itu meski belum dijual. Sementara kendaraan tanpa awak yang sudah dijual baru mencapai level semi otonom, sehingga beberapa sesi mengemudi bisa dilakukan tanpa pengendalian misalnya saat memarkir mobil atau berjalan pada fasilitas tertentu.

Perangkat pada teknologi otonom salah satunya adalah electronic control unit (ECU) yang menjadi bagian dari sistem driver-assistance tingkat lanjut (ADAS). Sebagian kasus pembajakan mobil otonom dengan mengeksploitasi kesalahan kode.

Itu dapat terjadi dikatakan karena kendaraan modern tersebut memiliki sistem yang kompleks, sehingga sulit untuk mengelola keamanan keseluruhan komponen.

Selain itu sistem kendaraan otonom harus diperbarui secara berkala dan penting untuk memastikan bahwa perubahan dalam satu komponen tidak akan mempengaruhi cara operasional kendaraan.

Atas dasar itu Kaspersky membuat rancangan sistem sehingga ada pemisahan kuat antar komponen kendaraan otonom, sehingga gangguan apa pun tidak akan terjadi secara menyeluruh. Interaksi antara seluruh komponen elektronik dikendalikan oleh sistem keamanan Kaspersky, yaitu KasperskyOS. Sistem ini akan memantau proses, serta komunikasi antara masing-masing komponen dan sistem operasi.

Menurut Kepala Unit Bisnis KasperskyOS, Kaspersky Grigory Sizov sistemnya mencoba mengamankan teknologi otonom dari kerentanan dibajak.

"Ketika menyangkut kendaraan otonom yang dikendalikan sebagian, menjadi sangat penting untuk menjamin keamanan dan keselamatan pengemudi, bersama dengan penumpang dan pejalan kaki. Bahkan jika terdapat kerentanan dalam perangkat lunak kendaraan, segala upaya berbahaya untuk mengeksploitasinya tidak akan berhasil, karena mereka akan dicegah oleh sistem operasi kami, KasperskyOS," ungkap Sizov.

Dirk Geyer, Head of Product Segment Safety & Security di AVL SFR menambahkan, "Fungsi canggih dan kompleks pada pengontrol kinerja tinggi yang terhubung seperti ADAS ECU harus dilindungi oleh basis keamanan holistik, yang terletak di tingkat sistem operasi. Dan sistem kami telah dirancang untuk itu."

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK