Data Covid-19 Warga RI Bocor, NIK Hingga Hasil Rapid Test

CNN Indonesia | Jumat, 19/06/2020 21:36 WIB
dangerous hacker stealing data -concept Ilustrasi data Covid-19 warga RI Bocor. (Istockphoto/ Undefined)
Jakarta, CNN Indonesia --

Basis data warga terkait dengan Covid-19 di Indonesia diretas dan dijual oleh peretas atau hacker di forum peretas RaidForums. Akun penjual bernama Database Shopping mengaku basis data tersebut telah bocor pada 20 Mei 2020.

Dalam tangkapan layar yang diterima CNNIndonesia.com, basis data yang dijual oleh peretas terdiri dari berbagai hal, mulai dari nama, umur, nomor telepon, alamat rumah, Nomor Identitas Kependudukan, hasil rapid test, hasil PCR, hingga status terkait Covid-19.

Di dalam data yang dijual itu juga terdapat jenis kasus, tanggal awal risiko, keluhan sakit, hasil laboratorium, tanggal sampel, hingga diagnosa.


Dalam situs yang sama, peretas menyampaikan jumlah data yang dijual sebanyak 230 ribu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait dengan hal itu. Badan Siber dan Sandi Negara selaku pihak yang terkait dengan masalah tersebut juga belum dapat dimintai keterangan.

Saat dihubungi CNNIndonesia.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate juga belum memberikan respons.

Sebelumnya, akun penjual bernama Database Shopping mengaku basis data terkait Covid-19 RI tersebut telah bocor pada 20 Mei 2020.

Dalam forum tersebut, ia menjual basis data pasien Covid-19 pada Kamis (18/6). Penjual baru bergabung ke forum pada Mei 2020. Ia memiliki tingkat reputasi sebesar 30 memiliki 60 post dan 20 thread.

Penjual mengaku memiliki 230 ribu data pasien Covid-19 yang ada di Indonesia. Sebelumnya, di forum yang sama para peretas  juga menjual data akun dari Bukalapak dan Tokopedia hingga Polri.

Data 13 juta akun Bukalapak yang bocor kembali diperjualbelikan di forum hacker RaidForums. Data ini dijual oleh dua akun penjual di forum yang sebelumnya menjadi tempat penjualan 91 juta pengguna Tokopedia.

Hingga saat ini, pemerintah mencatat jumlah kasus positif virus Covid-19 mencapai 43.803 kasus hingga Jumat (19/6). Dari jumlah itu, 17.349 orang dinyatakan sembuh dan 2.373 orang lainnya meninggal dunia.

Secara global, jumlah kasus positif Covid-19 sudah mencapai 6.175.009 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 382.227 orang dinyatakan meninggal dunia dan 1.901.079 sembuh.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]