China Luncurkan Satelit Agar Tak Lagi Bergantung Pada AS

CNN Indonesia | Selasa, 23/06/2020 19:18 WIB
Illustration rÈcente du satellite franÁais d'astronomie Corot, dont le lancement initialement prÈvu le 21 dÈcembre 2006 depuis le cosmodrome russe de BaÔkonour au Kazakhstan, a ÈtÈ reportÈ au 27 dÈcembre en raison d'un problËme technique sur le lanceur. LancÈ par une fusÈe Soyouz 2-1B, Corot ( Ilustrasi satelit China. (AFP PHOTO / CNES)
Jakarta, CNN Indonesia --

China berencana untuk mengirimkan satelit terakhir untuk melengkapi jaringan satelit China, Beidou yang merupakan kunci untuk menggelar sistem navigasi maupun pengiriman pesan lokal dan mandiri.

Jaringan China yang dikenal sebagai Beidou, terdiri dari 30 satelit. Hal ini dilakukan agar China tak lagi bergantung ke teknologi milik Amerika Serikat (AS). Jaringan ini akan menjadi saingan dari Global Positioning System (GPS) milik AS.

Ahli militer mengatakan jaringan ini akan memastikan sistem militer China tetap online bila terjadi konflik dengan AS. Di sisi lain, jaringan ini juga merupakan upaya Beijing untuk meningkatkan pengaruh teknologinya di luar negeri.


"Militer China sekarang memiliki sistem yang dapat digunakan secara independen dari sistem GPS AS," kata Direktur Pusat Penelitian Teknik Ruang Angkasa Australia, Andrew Dempster.

Dilansir dari CNBC, China akan meluncurkan satelit pada minggu ini namun tertunda karena masalah teknis.

Dilansir dari Space, peluncuran terakhir Beidou Navigation Satellite-3 (BDS-3), yang direncanakan untuk Selasa, 16 Juni waktu Beijing  harus tertunda karena masalah teknis dengan roket.

"Roket pembawa Long March-3B yang akan digunakan untuk meluncurkan satelit BDS-3 ditemukan memiliki masalah teknis selama pengujian pra-peluncuran," kata  Kantor Navigasi Satelit China.

Pada pukul 8:15 pagi waktu Beijing pada Selasa lalu, pemerintah China membatalkan peluncuran atau sekitar dua jam sebelum jendela peluncuran.

Satelit BDS-3 terakhir seharusnya berangkat dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang, yang terletak di provinsi Sichuan barat daya.

Sebelumnya, China kesulitan menentukan tanggal peluncuran yang cocok sulit karena musim hujan di daerah pegunungan. Sebab daerah pegunungan dapat menciptakan kondisi peluncuran yang menantang karena cuaca berubah dengan cepat di daerah tersebut.

Rencana sistem jaringan China yang independen mulai terbentuk pada akhir 1990-an, versi pertama Beidou mulai beroperasi pada tahun 2000. Saat itu Beidou menyediakan cakupan untuk layanan berbasis satelit ke Cina.

Operasi Beidou kedua   selesai pada tahun 2012 dan menyediakan layanan untuk wilayah Asia Pasifik. Apabila operasi ketiga ini selesai, maka Beidou akan memiliki cakupan global.

Penyelesaian Beidou pada akhirnya adalah bagian dari dorongan global China dalam hal teknologi.

"Jaringan Beidou merupakan simbol ambisi besar China sehubungan dengan kebijakan luar negeri. Mereka mengambil pandangan yang jauh lebih global, "kata Profesor Hukum Ruang Angkasa dan Kebijakan di Universitas Northumbria di Inggris, Christopher Newman.

Ia mengatakan Beidou berkaitan dengan China Belt and Road Initiative. Dua hal ini adalah proyek infrastruktur besar-besaran dan rencana kebijakan luar negeri yang menghubungkan beberapa benua melalui jalur kereta api, jalan dan rute pengiriman.

Sebagai bagian dari itu, banyak negara telah meminjam uang dalam jumlah besar dari Cina. Newman mengatakan hal ini menunjukkan meningkatnya ketergantungan pada utang terhadap China.

"Bayangkan jika diperluas dengan ketergantungan teknis dan terkait GPS. Itu hanya meningkatkan pengaruh China di seluruh, "kata Newman.

Negara-negara seperti Thailand dan Pakistan sudah menggunakan sistem Beidou untuk berbagai kegunaan.

"Lebih dari setengah negara di dunia menggunakan jaringan, kata Kepala Desainer Beidou Yang Changfeng.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]