Nissan Diduga Akali Data Hasil Uji Emisi

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 10:19 WIB
Nissan Motor Indonesia merilis gambar penggoda generasi baru MPV Livina yang berbasis Mitsubishi Xpander. Logo Nissan. (Foto: Dok. Nissan Motor Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memanipulasi hasil uji emisi yang menyeret produsen otomotif ternama Nissan belum selesai. Informasi ini berdasarkan kantor kuasa hukum Harcus Parker yang bermarkas di London sedang mempersiapkan gugatan terhadap Nissan dan Renault.

Disebutkan 1,3 juta unit mobil diesel Renault dan 100 ribu unit Nissan Qashqais terlibat dalam kasus ini.

Menurut Harcus Parker ada 100 ribu unit Qashqais bensin 1.200 cc melanggar batas emisi hingga 15 kali lipat saat dikendarai di jalan.


Data lain yang Ia miliki juga menyebutkan sebanyak 700 ribu kendaraan diesel Renault dan 600 ribu kendaraan Nissan di Inggris diduga dilengkapi dengan perangkat 'nakal' untuk melakukan kecurangan.

Sejumlah model terlibat antaranya Qashqai termasuk Note, Juke dan X-Trail, sementara Renault, yakni Clio, Espace, Captur, Megane dan Scenic semuanya dinamai. Mobil-mobil tersebut merupakan produksi 2009 dan 2018.

Menurutnya sudah ada permintaan yang menerangkan pemerintah Inggris untuk membujuk Nissan untuk menarik kembali dan memperbaiki kendaraan yang terkena dampak, tetapi Nissan menolak untuk melakukannya.

Pada September 2017, departemen transportasi Inggris diduga menulis pesan kepada Nissan dan mengatakan "Mobil bensin Nissan Qashqai dipilih untuk pengujian tahun ini. Kami sekarang telah menyelesaikan pengujian, hasilnya kami menemukan ketika melakukan tes NEDC di jalur uji dan melakukan tes Emisi sembari mengemudi, hasil emisi NOx (nitrogen oksida) sangat tinggi untuk kendaraan ini."

Kemudian pada 2018, departemen transportasi kembali mengatakan Qashqai tidak dirancang dengan cukup baik untuk mengendalikan NOx.

Parker juga mengklaim kendaraan Renault dan Nissan dengan mesin diesel 1.500 cc dan 1.600 cc merupakan mobil penghasil NOx dunia terburuk. Itu lebih buruk daripada model Volkswagen dan Mercedes-Benz.

Sementara itu Nissan UK yang dikonfirmasi Autocar menyangkal semua tuduhan Harcus Parker.

"Nissan belum dan tidak menggunakan perangkat di salah satu mobil yang kami buat, dan semua kendaraan Nissan sepenuhnya mematuhi undang-undang emisi yang berlaku," tulis Nissan dalam pernyataan.

Sementara itu Renault, mengutip ITV menyatakan semua lini kendaraan Renault sesuai dengan hukum dan peraturan untuk semua negara di mana mereka dijual dan tidak dilengkapi dengan 'perangkat kekalahan'.

Harcus Parker menambahkan pemilik mobil yang terkena dampak atas kasus ini berhak memperoleh kompensasi senilai Euro 5 ribu atau sekitar Rp80,13 juta berdasarkan nilai tukar Rp16.026 per Euro.

Skandal emisi atau disebut "dieselgate" pertama kali muncul pada September 2015 yang diduga dilakukan Volkswagen terhadap produknya.

Pabrikan itu kemudian mengakui 11 juta kendaraan dieselnya di seluruh dunia terkena dampak, termasuk hampir 1,2 juta di Inggris. Selanjutnya Pengadilan Tinggi memutuskan ada perangkat lunak yang diinstal Volkswagen. Perangkat tersebut dikatakan sebagai 'perangkat manipulasi'.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK