Pengguna Indonesia Pilih HP Memori Besar Ketimbang Kamera

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 06:39 WIB
Pemerintah telah menerbitkan aturan blokir ponsel black market (BM) melalui nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI). Pelaksanaan pemblokiran tersebut baru akan dimulai pada 18 April 2020. Jakarta, Selasa, 26 November 2019. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengguna ponsel di Indonesia ternyata lebih memilih HP dengan memori besar ketimbang resolusi kamera.

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun Telunjuk.com, layanan rekomendasi dan perbandingan harga belanja daring. Analisa dilakukan berdasarkan pembelian ponsel di tiga situs belanja online, Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

RAM yang lebih besar membantu meningkatkan performa ponsel. Sehingga, pengguna lebih leluasa membuka banyak aplikasi sekaligus tanpa memperlambat ponsel.


RAM atau Random Access Memory berfungsi sebagai penyimpanan data aplikasi yang sedang dijalankan. Semakin banyak aplikasi yang dijalankan, akan lebih baik ponsel memiliki RAM yang besar.

Selain itu kapasitas yang lebih besar juga membuat pengguna lebih leluasa penyimpanan banyak aplikasi dan data. Selain itu, pengguna tak perlu sering-sering menghapus foto dan video yang otomatis tersimpan dari pesan instan.

Berdasarkan data Telunjuk.com, penjualan smartphone dengan kapasitas RAM 2 hingga 8 GB menurun 53,19 persen pada Maret 2020 dibanding bulan sebelumnya.

Namun, ketertarikan atas smartphone dengan RAM 6GB dan 8GB terjadi peningkatan penjualan yang signifikan pada bulan April 2020.

Saat itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama kali diberlakukan di DKI Jakarta, yang kemudian diikuti oleh berbagai wilayah lainnya di bulan yang sama.

"Di bulan April, smartphone RAM 6 dan 8GB trennya naik," kata CEO Telunjuk.com Hanindia Narendrata saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (24/6).

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2020, penjualan ponsel dengan kapasitas RAM 6GB naik 39,44 persen dan RAM 8GB sebesar 78,23 persen.

Penjualan smartphone dengan kapasitas RAM yang lebih rendah, 4 GB, justru mengalami penurunan sebanyak 4,43 persen.

"Jika dulu RAM 4GB sudah cukup memuaskan untuk sebagian besar pengguna smartphone, kini smartphone juga menawarkan kapasitas RAM hingga 12GB," kata Head of User Engagement and User Acquisition Telunjuk.com, Arya Ospara.

Meski demikian, secara keseluruhan, penjualan smartphone di Indonesia turun drastis sejak Maret.

"Jadi sejak bulan Maret, penjualan smartphone turun drastis dibanding Februari," jelas Drata lagi.

Arya juga memperkirakan makin larisnya smartphone dengan RAM 6GB lantaran kian terjangkaunya harga ponsel dengan RAM besar.

"Kini juga dapat ditemukan di kelas mid-end dengan kisaran harga Rp2 juta sampai Rp5 juta untuk menjawab kebutuhan berbagai lapisan masyarakat di situasi seperti sekarang," sambungnya.

Terkait dengan pilihan kamera, smartphone dengan resolusi kamera utama 13 MP masih menjadi primadona. Sebab, kamera utama 13 MP masih memegang angka penjualan unit tertinggi.

Namun, selama PSBB, ponsel dengan kamera 32 MP tumbuh paling signifikan sebesar 17,06 persen di bulan April dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun peminat ponsel dengan resolusi ini sempat turun sebesar 75,97 persen, sebulan setelah Covid-19 menghantam Indonesia.

(din/eks)

[Gambas:Video CNN]