Dirilis 10 Juli, Ninja 250 cc Baru Diklaim Lebih Bertenaga

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 16:54 WIB
Kawasaki Ninja ZX-25R menggunakan mesin 250 cc dengan 4-silinder Foto: CNN Indonesia/ M. Ikhsan
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasaki memastikan Ninja 250 cc empat silinder meluncur di Indonesia pada 10 Juli 2020. Peluncuran sempat tertunda sejak April imbas pandemi Covid-19 terus meluas di Tanah Air.

Kawasaki mengumumkan jadwal peluncuran motor Ninja 250 cc empat silinder melalui akun resmi video berbagi perusahaan, sementara peluncuran pada 10 Juli bakal ditayangkan virtual melalui akun yang sama.

"Lihat peluncuran ZX-25R Juli 2020," demikian pesan yang ditulis Kawasaki dalam videonya, Senin (29/6).


Ninja 250 cc empat silinder pertama diungkap ke publik secara global pada perhelatan Tokyo Motor Show 2019.

Head Sales and Promotion Kawasaki Motor Indonesia (KMI) Michael C. Tanadhi pernah mengatakan perusahaan tidak akan mendatangkan motor tersebut secara utuh bakal pasar Indonesia. KMI akan merakit lokal motor pesaing Honda CBR250RR dan Yamaha R25 itu di pabriknya di Indonesia.

Sejumlah komponen yang digunakan juga dipastikan berasal dari Indonesia sehingga meningkatkan kandungan lokal.

Michael juga menyebutkan produk baru Kawasaki ini memiliki tenaga lebih besar dibandingkan versi Ninja 250 cc pada pasar Jepang.

"Bedanya cukup lumayan dari segi power (hp) dan torsinya (nm). Tapi yang bisa saya konfirmasi perbedaan tenaga untuk sementara antara versi Indonesia dan Jepang saja," kata Michael.

Michael menjelaskan Ninja 250 cc empat silinder di Jepang punya mesin dengan tenaga lebih kecil dari Indonesia imbas spesifikasi mesin menyesuaikan ketentuan regulasi emisi Euro 4. Namun, ia tak menyebut dengan detail perbedaan tenaga yang dimaksud.

Ada juga perbedaan katalitik konverter dan electronic control unit (ECU) setelah memperhitungkan kondisi jalan di masing-masing negara.

"Power di Jepang lebib kecil karena mereka menyesuaikan dengan Euro 4. Sedangkan Indonesia ini sepeda motor standarnya masih Euro 3, jadi dampaknya tenaga menjadi lebih besar dari versi Jepang," ucap dia.

[Gambas:Youtube]



(ryh/mik)