Bermasalah, Tes Bus Listrik Transjakarta Merek China Ditunda

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 16:53 WIB
Bus Listrik Transjakarta merek BYD Bus Listrik Transjakarta merek BYD. (Dok. Bakrie Autoparts)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uji coba bus listrik BYD sebagai armada Transjakarta sembari mengangkut penumpang secara komersial dinyatakan ditunda hingga pekan depan. Uji coba ini sebelumnya direncanakan dilakukan mulai Selasa (30/6) selama tiga bulan ke depan.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan penundaan disebabkan kendala pada nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

"Masih ada kendala di kesepakatan MoU-nya, ada beberapa klausa yang sedang direvisi," kata Nadia melalui pesan singkat, Rabu (1/7).


Terkait poin yang direvisi dalam MoU, Nadia enggan menyebutkan.

"Semoga minggu depan sudah siap klausanya jadi bisa lanjut," ucap dia.

Nadia menjelaskan materi uji coba bus listrik BYD yaitu pada uji teknis, uji komersial, dan ketahanan pada cuaca. Namun penjelasan lebih spesifik belum mau dijabarkan.

Nadia juga belum mau memberi penjelasan terkait target waktu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta tersebut menggunakan bus listrik sebagai armada Transjakarta.

Secara terpisah Dino A Ryandi, Presiden Direktur dan CEO pemegang merek BYD di Indonesia, Bakrie Autoparts, membenarkan percobaan bus listrik ditunda hingga pekan depan. Namun masalah penundaan dikatakan karena soal perizinan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Ternyata izin dari Dishub belum turun. Jadi ditunda ke Senin," kata Dino.

Sebelumnya Dino mengatakan dua unit bus listrik BYD akan diuji coba sebagai armada Transjakarta untuk mengangkut penumpang pada rute GR1- Blok M - Balai Kota, Jakarta. Uji coba kali ini sekaligus melengkapi pengujian yang sudah dilakukan pada tahun lalu secara terbatas.

Pengujian ini memakan waktu hingga tiga bulan. Setelah itu hasilnya akan digunakan bakal penetapan tarif, baru kemudian diverifikasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Layanan Pelayanan Secara Elektrinik (LPSE).

"Jadi harusnya besok [Kamis] atau Jumat [izin Dishub keluar] supaya Senin bisa dimulai," kata Dino.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]