Mesin NR Avanza Tak untuk Gran Max di Indonesia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 11:04 WIB
PT Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan produk terbarunya All New C-HR yang merupakan paduan Coupe dan SUV, Jakarta, 10 April 2018. All New C-HR berkapasitas mesin 1800 cc dengan transmisi 7 speed CTV. Dalam peluncuran tersebut, mobil ini dibandrol dengan harga Rp 488 hingga Rp 490 juta. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra membeberkan alasan Gran Max yang dijual di Indonesia tidak menggunakan mesin NR. Gran Max yang dijual di dalam negeri menggunakan mesin kode K3-DE DOHC 1.298 cc dan 3SZ-VE DOCH VVT-i 1.495 cc.

Berbeda dengan Gran Max yang dijual di Jepang menggunakan mesin NR. Mesin NR dipilih untuk Daihatsu Gran Max karena sudah menyesuaikan kadar oktan jenis bahan bakar di Jepang.

Kendaraan komersial Gran Max bermesin NR sempat jadi pembicaraan setelah diekspor dari Indonesia ke Jepang dimulai bulan ini, sementara pengapalan pertama dilakukan Agustus 2020. Model yang diekspor itu mengandalkan mesin NR seperti yang digunakan Avanza-Xenia, Terios-Rush.


"Jadi tidak ada rencana mesin NR buat Gran Max di Indonesia. Di Indonesia kami melihat masih belum perlu ganti mesin," kata Amelia melalui pesan singkat, Kamis (2/7).

Dijelaskan Amelia, Gran Max di Indonesia tidak ada perubahan pada sektor mesin, sebab diakui Amelia sudah disesuaikan penggunaanya.

"Yang di Jepang memerlukan oktan lebih tinggi sehingga biaya operasionalnya jadi lebih mahal. Di Indonesua kami memutuskan untuk lebih memikirkan supaya konsumen Gran Max jadi lebih ekomonis biaya operasionalnya," ucap Amelia.

Mesin Gran Max Jepang berkode 2NR-VE 1.500 cc empat silinder. Mesin itu dapat memuntahkan daya 95,6 tenaga kuda pada rpm 6.000 dan torsi 134 nm pada 4.400 rpm.

Perbedaan antara mesin NR Gran Max dan Avanza ada pada layout atau tata letaknya. Pada Gran Max mesin diletakkan di bawah jok, sementara jantung penggerak Avanza ditempatkan di depan pilar A.

"Jadi ya tata letaknya, yang di sini tegak, yang di Jepang miring," ucap Head Product Improvement ADM Bambang Supriyadi.

Kata Bambang mesin NR Gran Max sengaja dibuat miring sebab menyesuaikan posisinya dan peruntukan

"Karena itu menyesuaikan bodi. Jadi kalau tegak tetap dipakai ke Gran Max maka ground clearance tidak akan dapat. Karena bisa mentok ke bawah sampai tanah malah," ucap Bambang.

Terkait 'jeroan' mesin, Bambang bilang perbedaannya tidak terlalu banyak, atau hanya pada beberapa komponennya. Alhasil tenaga yang dihasilkan pun tidak terpaut jauh.

"Jeroan itu sama, kecuali beberapa komponen yang terkait sama kemiringan tadi. Misalnya connecting road itu mau miring atau tegak sama aja. Tapi yang beda seperti blok dan oil pan," ucap Bambang.

(ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]