Beda Kalung Anti Corona Kementan dan Kalung Shut Out Jepang

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 20:58 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan pihaknya akan memperluas penggunaan kalung penawar covid-19 yang berbasis eucalyptus atau pohon kayu putih. Ia klaim kalung tersebut efektif membunuh virus corona. Kalung eucalyptus yang disebut Kementan bisa menjadi antivirus corona (Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry membeberkan perbedaan kalung shut out dengan kalung eucalyptus buatan Kementerian Pertanian (Kementan).

Ia menjelaskan kalung Kementan berbahan dasar kayu putih atau eucalyptus, sedangkan kalung buatan Jepang memilki kandungan klorin CaCI2 (Calcium Chlorida).

"Kalung kita berisi serbuk eucalyptus dengan nano teknologi enkapsulasi berdasarkan hasil riset di Laboratorium dapat menghambat replikasi virus corona. Kalau kalung Jepang isinya klorin," ujar Fadjry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/7).


Sebelumnya, kalung 'Virus Shut Out' juga sempat jadi perbincangan ketika dianggap bisa melindungi tubuh dari paparan virus corona.

Lebih lanjut, Fadjry mengatakan isi kalung itu sama dengan formula yang untuk inhaler. Namun terkadang orang suka lupa menyimpan inhaler karena ukurannya yang kecil.

Oleh karena itu dibentuk kalung sehingga orang akan mudah menghirup setiap 2-3 jam sekali 5-15 menit dihirup. Dihirup dengan cara mendekatkan kalung ke hidung, agar mampu menginaktivasi virus yang berada di rongga hidung.

"Aromaterapi yang dihasilkan mengandung bahan aktif 1,8-cineole yang akan merusak struktur  Mpro (Main Protein) dari virus sehingga virus akan sulit bereplikasi dan akhirnya terus berkurang jumlahnya," tutur Fadjry.

Mekanisme ini berbeda dengan shut out yang dari Jepang yang kandungannya adalah CaCl2 (Calcium Chlorida) sejenis garam yang dapat memengaruhi kejenuhan udara di sekitarnya. Dengan demikian virus tidak nyaman di lingkungan tersebut. 

Produk shut out tidak dihirup seperti kalung eucalyptus. Sehingga tidak akan efektif apabila seseorang lebih banyak beraktivitas di luar rumah. 

Sementara itu, untuk kalung eucalyptus diharapkan mampu menginaktivasi virus selama cara pakainya sesuai aturan.

"Klorin dioksida merupakan iritan yang berat pada saluran napas & mata. Sangat berbahaya bila ditelan atau dihirup. Menghirup klorin dioksida dpaat menyebabkan iritasi lapisan membran & saluran napas. Gejala bisa berupa batuk dan kesulitan bernapas," kata Fadjry.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan pihaknya akan memperluas penggunaan kalung penawar covid-19 yang berbasis eucalyptus atau pohon kayu putih. Ia klaim kalung tersebut efektif membunuh virus corona.Kementan menjelaskan kalau kalung ini bekerja serupa inhaler yang membantu lewat terapi aroma. (ANTARA/Badan Litbang Pertanian)

Produk kalung aromaterapi Balitbangtan diformulasikan berbasis minyak Eucalyptus sp. dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk dan dikemas dalam kantong berpori.

Dengan teknologi nano, ukuran partikel bahan aktif menjadi sangat kecil dan luas permukaannya menjadi sangat besar. Dengan demikian, luas bidang kontaknya menjadi sangat besar dan dapat menekan penggunaan bahan aktif.  

Produk ini mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release) sehingga berfungsi sebagai aroma terapi selama jangka waktu tertentu.

Untuk mendapatkan efek aroma terapi yang optimal, penggunaannya dilakukan dengan cara menghirup aroma dari lubang-lubang kemasannya. 

Produk ini mengandung bahan yang telah diuji secara in-vitro di laboratorium memiliki aktivitas anti virus, baik terhadap virus influenza maupun virus corona (gamma dan beta corona)

Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim akan memperluas penggunaan kalung berbahan eucalyptus (kayu putih) yang disebut bisa membunuh virus corona.

Sebelumnya disebutkan kalau kalung buatan Kementan tersebut telah melewati hasil laboratorium di Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan teruji ampuh membunuh virus corona dalam 15-30 menit pemakaian.

Namun, pengujian eucalyptus ini tidak diuji secara spesifik kepada virus corona SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19. Berdasarkan penelitian Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), eucaliptus bisa menjadi anti virus pada virus influenza dan virus corona model beta dan gamma.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK