Prediksi Ahli: Positif Corona RI Melonjak, Faskes Tidak Cukup

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 07:55 WIB
Ahli Epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman memprediksi Indonesia akan mengalami kesenjangan antara kebutuhan fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus positif Covid-19, apabila jumlah kasus rawat inap telah mencapai 1,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Data kesenjangan fasilitas kesehatan dan angka positif corona Indonesia. (Dok. Ahli Epidemiogi Dicky Budiman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli Epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman memprediksi Indonesia akan mengalami kesenjangan antara kebutuhan fasilitas kesehatan atau Faskes dengan jumlah kasus positif virus corona Covid-19, apabila jumlah kasus rawat inap telah mencapai 1,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Dicky menghitung berdasarkan angka sensus penduduk yang resmi dilakukan pemerintah pada 2010 silam. Kala itu, jumlah penduduk Indonesia sebesar 237 juta (237.641.326).

Angka 1,6 persen menandakan jumlah kasus Covid-19 sebesar 3.840.711. Dari angka tersebut, 20 persen diprediksi akan membutuhkan rawat inap di rumah sakit mencapai 768.142 orang.


Dengan jumlah kasus itu, Dicky memprediksi 192.036 orang membutuhkan rawat ICU, sementara 153.628 membutuhkan ventilator.

Oleh karena itu, Dicky meminta agar pemerintah meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, baik di puskesmas maupun di rumah sakit.

"Penguatan ini dalam bentuk dukungan ketersediaan APD yang cukup dan sesuai standar bagi tenaga medis, dukungan lainnya pada tenaga medis juga harus diberikan, selain itu penyiapan sarana di berbagai RS kita, karena dengan asumsi attack rate  atau (kemungkinan) kejadian orang terinfeksi yang minimal di 1,6 persen," ujar Dicky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/7).

Dicky juga merinci Indonesia akan membutuhkan tempat tidur bagi pasien Covid-19 sebanyak 237.081 dalam satu periode. Dalam hal ini ia mengasumsikan rawat inap membutuhkan perawatan selama 25 hari.

Ia mengatakan Indonesia akan mengalami kekurangan tempat tidur sebanyak 78.409.

Kasus rawat inap 768.142 juga membutuhkan perawatan ICU sebanyak 192.036. Dalam satu periode, Dicky mengatakan dibutuhkan 72.124 ICU. Dicky mengatakan Indonesia akan mengalami kekurangan perawatan ICU sebanyak 67.137.

Periode tersebut berjalan selama 30 hari, sesuai dengan asumsi kebutuhan rawat pasien di ICU.

Dengan jumlah kasus rawat inap itu, Indonesia juga membutuhkan 153.628. Dalam satu periode, Dicky mengatakan 56.899 ventilator akan dibutuhkan dan Indonesia akan mengalami kekurangan 53.710 ventilator.

Satu periode berlangsung selama 30 hari, angka tersebut diasumsikan sesuai dengan kebutuhan ventilator selama 30 hari.

"Indonesia secara keseluruhan masih punya gap kebutuhan ketersediaan ventilator, ICU dan tempat tidur," ujar Dicky.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]