Situs Hoaks Suzuki Diblokir, Diklaim Belum Sempat Ada Korban

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 07:56 WIB
Website hoaks Suzuki Website hoaks yang dilaporkan Suzuki Indomobil Sales (SIS) ke Kemenkominfo. (Dok. Suzuki Indomobil Sales)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim kasus website jasa perawatan mobil hoaks yang menyeret nama perusahaan belum sempat menimbulkan kerugian, termasuk pada konsumen.

Riecky Patrayudha, 4W, 2W, Marine Service Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan sejauh ini perusahaan tidak pernah menerima laporan atau keluhan masyarakat terkait website itu. Jaringan penjualan Suzuki juga dipastikan tak merugi imbas tangan jahil situs tersebut.

"Permasalahannya kalau ada kerugian atau tidak di konsumen dan di dealer, sampai hari ini belum ada report secara resmi masuk ke kami," kata Riecky dalam diskusi virtual, Rabu (8/7).


SIS telah melaporkan hoaks ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait website penipuan konsumen yang menawarkan fasilitas gratis layanan bengkel, s.id/SuzukiPeduliCovid, pada 17 Juni. Website ini disebut berisi penawaran perawatan gratis mobil Suzuki di dealer resmi selama masa pandemi Covid-19.

Perawatan gratis yang bisa didapat yaitu oli, tune up, suku cadang, balancing, spooring, dan 'check up'. Buat mendapatkan itu pengunjung website diminta mendaftar dengan mencantumkan berbagai informasi diri, mulai dari nama lengkap, alamat, nomor whatsapp, email, tanggal lahir, hingga agama.

SIS menyampaikan tautan website telah disebarkan melalui pesan berantai. Perusahaan mengatakan website itu dibuat tanpa persetujuan dan informasi di dalamnya tidak benar.

Riecky juga menyambut baik langkah Kemenkominfo yang cepat tanggap memblokir website tersebut usai dilaporkan. Ia mengatakan website palsu tersebut langsung diblokir dalam kurun waktu tidak sampai 24 jam.

"Kalau saya mengapresiasi penuh kinerja teman di kementerian. Karena tidak sampai 24 jam itu sudah diblokir. Jadi tidak ada korban dan situs sudah diblokir," katanya.

Website hoaks tersebut saat ini masih bisa diakses namun muncul tulisan '404 laman tidak ditemukan'. Modus penipuan seperti ini diduga bukan hanya ingin meraup keuntungan dari transaksi, namun juga terindikasi pencurian data pribadi yang sempat diisi oleh pengunjung.

Riecky berharap kasus website hoaks ini tak berbuntut panjang hingga merugikan merugikan pihak-pihak tertentu.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]