Cara Nyetir Mobil Manual Agar Tak Mundur Saat Macet Tanjakan

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 09:20 WIB
Sejumlah kendaraan bermotor melintas secara bergantian melewati turunan dan tanjakan ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura di Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/6). Titik dengan tanjakan curam di tol fungsional tersebut menjadi tantangan bagi pemudik mobil yang melintas, karena menyebabkan antrean panjang sekitar 2 kilometer. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama/18. Sejumlah kendaraan bermotor melintas secara bergantian melewati turunan dan tanjakan ruas tol fungsional Salatiga-Kartasura di Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/6). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi sebagian orang momen tersulit mengendarai mobil manual yaitu saat terjebak macet di tanjakan. Jika belum terbiasa, pengemudi bisa kehilangan ritme mengatur gas, rem, dan kopling saat ingin menanjak dari posisi diam.

Bila koordinasi tangan, kaki, dan momentum gerakan mobil tak sinkron bisa bikin mesin tersendat lalu mati. Akibat lainnya bisa saja mobil jadi mundur ke belakang jika tak diantisipasi dengan cepat.

Mengendarai mobil manual dalam kondisi tersebut sebetulnya susah-susah gampang. Ada sejumlah teknik yang dapat diterapkan agar proses menanjak bisa lebih mulus.


Gear shift handle in a modern carTransmisi manual. (Istockphoto/Sestovic)

Gunakan Rem Tangan

Saat mobil berhenti di tanjakan, pertahankan posisi dengan mengaktifkan rem parkir atau biasa disebut rem tangan. Saat ingin maju posisikan kaki kiri di pedal kopling dengan menginjaknya penuh, lalu geser tuas transmisi ke gigi satu.

Kemudian posisikan kaki kanan siap-siap di pedal gas, sementara tangan kiri
bersiap melepas rem tangan.

Setelah kaki dan tangan siap di posisi, tekan tombol di rem tangan untuk melepaskan kunci pengait tuas. Saat itu dilakukan tahan tuas rem tangan jangan sampai terlepas tiba-tiba atau mobil bisa mundur.

Setelah itu pengemudi mesti melakukan tiga hal bersamaan, yaitu perlahan menurunkan tuas rem tangan, kaki kanan mulai menginjak pedal gas, dan perlahan mengangkat pedal kopling. Hal ini butuh latihan sampai akhirnya menemukan sinkronasi yang pas.

Seberapa jauh pedal gas perlu diinjak itu tergantung tingkat kecuraman jalan, semakin curam maka seharusnya mesin membutuhkan perintah gas lebih besar alias putaran mesin tinggi.

Seberapa jauh pedal kopling diangkat itu menyesuaikan bukaan pedal gas. Jika terlalu cepat mobil bisa loncat, apabila terlalu lambat mesin bisa mati.

Pengemudi disarankan tidak sering melakukan 'setengah kopling' sebab bisa mempengaruhi usia komponen, namun dalam kondisi lebih penting keselamatan hal itu bisa saja dilakukan terus-terusan.

Woman hand pull hand brake of a carRem parkir atau rem tangan. (Istockphoto/lzf)

Gunakan Pedal Rem

Pengemudi yang sudah mahir bisa menggunakan hanya pedal rem untuk menahan posisi mobil tetap diam saat tanjakan. Teknik ini cukup sulit dan tidak lebih aman daripada menggunakan rem tangan, namun bisa dilakukan misalnya posisi diam cuma sebentar.

Saat ingin maju menggunakan teknik ini, pastikan kaki kanan tetap menginjak pedal rem, lantas posisikan kaki kiri menginjak kopling secara penuh. Setelah kedua kaki siap, geser tuas transmisi ke gigi satu.

Setelah itu geser kaki kanan dengan cepat ke pedal gas sambil menekannya perlahan ke setidaknya 2.000 rpm. Perlu dipahami saat itu dilakukan berarti pedal rem dilepas dan ada risiko mobil mundur.

Sebab itu kaki kiri perlu dengan cepat pula mengangkat pedal kopling hingga mobil maju.

Mengutip situs resmi Wuling Indonesia, jika pengemudi belum terlalu mahir menggunakan transmisi manual disarankan menghindari area macet pada jalur menanjak. Selain berisiko pada diri sendiri, kesalahan pengoperasian bisa menimbulkan akibat buruk pada orang lain.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA