Komentar Toyota Soal Pindad Maung Servis di Bengkel Resmi

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 17:40 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal produk kendaraan taktis (rantis) PT Pindad. Ia pun mengaku terus mendukung peningkatan alat utama sistam senjata (alutsista) dalam negeri Pindad Maung dipesan Kementerian Pertahanan sebanyak 500 unit untuk tahap pertama. (Dok : Humas Kemhan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toyota Astra Motor (TAM) mengaku siap jika dealernya sewaktu-waktu digunakan untuk kebutuhan perawatan mesin Maung, kendaraan taktis baru buatan Pindad yang akan dijual ke pasaran dalam versi sipil. Mobil yang disebut seperti SUV itu menggunakan mesin Toyota Hilux.

"Intinya kalau pemerintah minta bantuan atau support ke Toyota, tentu akan kami pelajari untuk bisa membantu," ungkap Direktur Marketing TAM Anton Jimmi melalui pesan singkat, pada Selasa (14/7).

Anton mengaku belum mengetahui detail tentang kerja sama Pindad dengan Toyota terkait Maung. Dia mengatakan sedang mendalami informasi itu.


"Itu yang saya lagi cek tapi belum dapat reply," kata Anton.

Sebelumnya Direktur Utama Pindad Abraham Mose menjelaskan Maung dirancang sebagai mobil tempur prajurit TNI untuk pertempuran jarak dekat. Maung merupakan nama yang diberikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Kementerian Pertahanan dikatakan sudah memesan 500 unit Maung versi militer yang produksinya disebut dimulai pada Oktober. Setelah itu Abraham bilang pihaknya diizinkan memasarkan Maung versi sipil.

Maung versi militer dan sipil dijelaskan Abraham tidak berbeda signifikan. Versi sipil berpenggerak 4x4 dan menggunakan mesin mesin turbo diesel 2.494 cc 2GD-FTV buatan Toyota. Mesin itu menghasilkan 149 hp, lebih besar 1,5 hp dari pikap kabin ganda Hilux.

Abraham menyebut menggunakan mesin Toyota untuk memudahkan perawatan. Kata dia perawatan mesin bisa dilakukan di bengkel-bengkel Astra (Astra International, grup otomotif terbesar di Indonesia, induk perusahaan TAM).

Maung versi militer bakal dijual Rp600 jutaan per unit, sedangkan varian sipil tanpa 'baju perang' dan dudukan persenjataan dipasarkan lebih murah dengan rentang harga Rp400 juta - Rp500 juta.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]